Dengan melihat prospek bisnis trem uap ringan yang lebih mudah menjangkau rakyat pedesaan, MS kemudian mengincar daerah-daerah subur di wilayah Malang Raya sehingga rakyat pribumi dapat menjual dagangannya ke kota tanpa membutuhkan waktu lama.[1]
Kepanjen menjadi salah satu daerah yang diincar oleh MS karena merupakan pusat keramaian kedua di Malang Raya setelah Kota Malang. Agar arus pengangkutan dengan trem uap dapat terhubung langsung ke Kepanjen dari arah Dampit tanpa transfer ke Malang Kotalama, dibutuhkan suatu jalur trem uap. Dipilihlah Stasiun Gondanglegi sebagai titik awal jalur ini. Jalurnya selesai pada tanggal 10 Juni 1900.[2]
Jalur ini merupakan satu-satunya jalur trem uap MS yang dinonaktifkan pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia pada tahun 1943.[3][4] Jalur ini tidak dicatat dalam inventaris PT KAI, tetapi dicatat dalam Buku Jarak.