Jalan raya ini merupakan pembentuk kawasan Segitiga Emas Jakarta[3] yang dibangun dengan tujuan untuk memperlancar aktivitas dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma dan Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta di Kota Tangerang, Banten menuju ke pusat kota Jakarta, serta sekaligus menjadi tolok ukur dari perkembangan Kota Jakarta di sebelah barat-timur. Jalan ini juga berperan penting untuk menciptakan jalan yang bercabang dengan orientasi barat-timur dari kota Jakarta yang didominasi poros jalan utara-selatan. Jalur jalan raya ini menghubungkan 5 wilayah administrasi di Provinsi DKI Jakarta.
Bagian
Jalan Raya Pluit-Halim Perdanakusuma terbagi menjadi sembilan ruas jalan, dua diantaranya dinamakan setelah Pahlawan Revolusi Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa G30S PKI, yaitu Mas Tirtodarmo Haryono dan Siswondo Parman. Tiga ruas di jalur jalan raya ini masuk ke dalam sistem ganjil-genap Jakarta, antara lain Jalan MT Haryono, Jalan Jenderal Gatot Subroto, dan Jalan Jenderal S Parman.[4] Bagian ruas jalan tersebut, yakni;
Jalan Letjen S. Parman, mulai dari persimpangan Jalan Jenderal Gatot Subroto dan Jalan Aipda K.S. Tubun di perbatasan antara Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat dan Tanah Abang, Jakarta Pusat sampai dengan Stasiun Grogol di Kecamatan Grogol Petamburan