Sebagian besar penduduk desa Jakenan menggantungkan hidup dari usaha pertanian. Namun tidak sedikit pula yang memilih untuk merantau maupun menjadi buruh di berbagai industri di Pati maupun Juwana.
Desa Jakenan terdapat Pasar desa yang ramai dan berdekatan dengan Kantor Desa.
Pendidikan
Desa Jakenan hanya mempunyai 1 Sekolah Dasar yaitu Sekolah Dasar Negeri Jakenan di samping beberapa lembaga pendidikan non formal seperti; TK dan TPQ
Seni dan Budaya
Desa Jakenan ada tempat-tempat cagar budaya antara lain Pesarean dan Punden mBah Jim Djojo Kusuma, dengan terkenal ( mBah Djim )
Bekas Kawedanan Jakenan. Tempat pesarean mBah Djim berada di dalam Gedung Kawedanan Jakenan di salah satu kamar yang sampai saat ini dikeramatkan yang sekarang Gedung Kawedanan digunakan sebagai Kantor Kecamatan Jakenan tepatnya di dalam kamar sebelah Timur.
mBah Djim yang sampai sekarang juga selalu diperingati di lestarikan dengan setiap tanggal 17 Agustus dan 1 Sura selalu diramaikan dengan pagelaran wayang kulit
Juga ada tokoh lainnya yang selalu di peringati atau haul mBah Soleman
Demang Gorok; sebuah legenda dari zaman kolonial tentang seorang Demang yang meninggal akibat digorok.
Masjid
Di Desa Jakenan ada dua Masjid yang sebagai jama' Jumat yakni: Mejid induk yang bertempat di Ngalapan komplek perkantoran Kecamatan dan yang kedua bertempat di Ngampel.