Jalan tol ini merupakan jaringan yang sebagian besar ruasnya masih dalam tahap konstruksi, persiapan, maupun perencanaan. Serta sebagian kecil telah beroperasi secara parsial.
Sejarah
Pembangunan dari Jalan Tol Lingkar Luar 3 Jakarta (JORR 3) ini ditujukan untuk semakin melengkapi struktur jaringan jalan bebas hambatan yang akan mengakomodir sisi terluar dari kawasan Jabodetabekpunjur. Sehingga dengan terbangunnya jaringan jalan tol ini, maka diharapkan dapat semakin meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat maupun logistik antar kawasan serta mengakselerasi pertumbuhan kawasan ekonomi terkhususnya regional disekitar luar wilayah aglomerasi Jabodetabekpunjur.
Salah satu ruas yang pertama kali beroperasi dari seluruh rangkaian JORR 3 yaitu dimulai dari pembangunan dan pengoperasian Tol Bogor Outer Ring Road (BORR), seksi 1 hingga 3A. Kemudian disusul dengan pembangunan dan pengoperasianTol Serpong–Balaraja seksi 1A yang menghubungkan Tol Jakarta–Serpong hingga Simpang Susun CBDBSD. Ruas ini mulai dibangun pada November 2020, lalu tuntas dan dibuka sejak 10 Agustus 2022, kemudian diresmikan dan resmi beroperasi sejak 20 September 2022 yang lalu bersamaan dengan Tol Cibitung–Cilincing seksi 2 & 3. Kemudian disusul lagi dengan Tol Kamal– TelukNaga–Rajeg seksi 1 yang menghubungkan Tol Sedyatmo langsung dengan kawasan PIK 2 di Kosambi.
Bentuk Desain & Trase
Jalan Tol Lingkar Luar 3 (JORR 3) memang memiliki bentukan trase yang tidak melingkar secara sempurna dari perencanaan awal yang ada. Berbeda dengan ke-4 lingkar sebelumnya karena lintangan tersebut terputus di berberapa titik pada sisi barat, yaitu antara ruas Tol Kamal–Teluk Naga–Rajeg, Tol Semanan–Balaraja, dan Tol Serpong–Balaraja dengan ruas selanjutnya yaitu ruas Tol Serpong–Parung–Bogor (disebut juga Tol Bogor–Serpong (via Parung)) sehingga kendaraan tidak bisa langsung menembus atau mengitari melalui ruas-ruas utama tersebut, melainkan harus melalui Tol Jakarta-Tanggerang terlebih dahulu untuk dapat mengakses ke ruas selanjutnya.
Akan tetapi bentukan ini disempurnakan oleh rencana ruas pendukung JORR 3 lainnya, yakni ruas Tol Serpong–Bitung, Tol Bitung–Batu Ceper, Tol Babelan–Pulogebang, dan Tol Semanan–Pulogebang (JIRR 2) yang akhirnya membuat lingkar JORR 3 menjadi lingkar sempurna(ring road).
Adapun perbedaan lainnya dengan Tol Lingkar Dalam (JIRR 1) maupun Tol Lingkar Luar 1 (JORR 1) & Tol Lingkar Luar 2 (JORR 2), Bagian sisi utara dari lingkar sempurna Tol Lingkar Luar 3 (JORR 3) tidak melalui Jalur tol lintas utara existing yang terdiri atas:
Melainkan sisi utara Tol Lingkar Luar 3 (JORR 3) ini akan merangkap dan terintegrasi langsung dengan sisi utara dari ruas Tol Layang Dalam Kota (JIRR 2) atau yang biasa di sebut 6 Ruas Tol Dalam Kota, yakni ruas:
Estimasi dari panjang keseluruhan ruas yang termasuk dalam jaringan Tol Lingkar Luar 3Jakarta (JORR 3) ini adalah 336,4 KM.
Jika menghitung hanya panjang keseluruhan ruas utama tanpa menjumlahkan panjang ruas pendukung, estimasi panjang ruas utama JORR 3 hanya berkisar 252,92 KM.
Sedangkan estimasi dari panjang rute lingkar sempurna ruas Tol Lingkar Luar 3Jakarta (JORR 3) ini adalah 244,65 KM.
Jika menghitung panjang rute lingkar sempurnatanpa menjumlahkan rangkap dengan sisi utara yang terintegrasi langsung dengan Tol Layang Dalam Kota (JIRR 2) sepanjang 29,67 KM, yaitu hanya menjadi 215,98 KM.