Jagoi Babang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Indonesia.[1][2][3] Wilayah ini terletak di perbatasan Kalimantan Barat dengan Serawak (batas sebelah timur, kurang lebih 1 jam dari Kota Serawak). Sebelah utara Kecamatan ini berbatasan dengan Lundu , Sarawak, Malaysia, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Seluas dan Kecamatan Siding, sebelah timur berbatasan dengan Serikin, Sarawak Malaysia.
Di kecamatan ini terdapat enam desa, yaitu Desa Jagoi, Desa Sekida, Desa Sinar Baru, Desa Semunying Jaya, Desa Kumba, Desa Gersik. Jagoi Babang berjarak 115km dari kabupaten Bengkayang atau sekitar 2 jam dari Kantor Pemda Bengkayang. Kecamatan ini terdiri atas 6 Desa dan 14 dusun dengan jumlah Kartu Keluarga sebanyak 1679 KK dan 6948 jiwa.
Jagoi Babang memiliki 2 TK, 18 SD, 6 SMP, 1 SMA, dan 3 SMK. Adapun 1 TK, 2 SD, 1 SMP, dan 2 SMK di Jagoi Babang berstatus swasta. Berikut adalah daftar sekolah yang ada di Jagoi Babang:
Sekolah Dasar
SD Darmex Ledo Lestari 1
SD Darmex Wirata 3
SDN 01 Jagoi Babang
SDN 02 Pareh
SDN 03 Jagoi Kindau
SDN 04 Paum
SDN 05 Saparan
SDN 06 Sungai Take
SDN 07 Jagoi Belida
SDN 08 Risau
SDN 09 Jagoi Sejaro
SDN 10 Saparan
SDN 11 Saparan
SDN 12 Saparan
SDN 13 Sentimok
SDN 14 Peleng
SDN 15 Sentebeng
SDN 16 Semunying
Sekolah Menengah Pertama
SMP Darmex Ledo Lestari 1
SMPN 1 Jagoi Babang, Jagoi
SMPN 2 Jagoi Babang, Jagoi
SMPN 3 Jagoi Babang, Kumba
SMPN 4 Satu Atap Jagoi Babang, Sinar Baru
SMPN 5 Jagoi Babang, Sekida
Sekolah Menengah Atas
SMAN 1 Jagoi Babang, Jagoi
Sekolah Menengah Kejuruan
SMK Swasta Bahtera, Semunying Jaya
SMK Swasta Darmex Ledo Lestari 2, Sinar Baru
SMKN 1 Jagoi Babang, Jagoi
Kesehatan
Jagoi Babang memiliki 1 puskesmas lengkap dengan fasilitas rawat inap dan 14 posyandu.
Fasilitas umum dan fasilitas sosial
Terdapat 1 buah Gedung/Balai adat di desa ini.
Keagamaan
Di Kecamatan Jagoi Babang terdapat 3 buah gereja katolik, 3 gereja protestan, 1 masjid, dan 1 musala.
Keamanan, sarana dan prasarana: terdapat Koramil, satgas pamtas, dan perangkat desa.
Sumber dan potensi lokal yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan:
Pertanian dan perkebunan: Karet, Padi, Sawit (dominan), dan Cocoa.
Kerajinan tangan: Sentra Kerajinan Tangan yang membuat Bidai.
Kelembagaan masyarakat: Persekutuan gereja dan olahraga (volly dan Badminton)