Kecamatan dengan jumlah penduduk yang banyak, pertumbuhan penduduk yang tinggi, dan wilayah yang terluas ke-2 di Jakarta Selatan setelah Kecamatan Cilandak. Kantor Kecamatan Jagakarsa terletak di Kelurahan Jagakarsa, Jalan Sirsak No. 2.
Kecamatan Jagakarsa berbatasan dengan kecamatan Pasar Minggu di sebelah Utara, kecamatan Cilandak (Jakarta Selatan), kecamatan Cinere dan kecamatan Limo (Kota Depok) di sebelah barat, kecamatan Beji (Kota Depok) di sebelah selatan, dan kali Ciliwung / kecamatan Pasar Rebo (Jakarta Timur) dan kecamatan Cimanggis (Kota Depok) di sebelah timur.
Pada tahun 1991, wilayah ini ditetapkan dari awalnya hanya kelurahan yang menonjol dibanding kelurahan-kelurahan lainnya yang ditetapkan menjadi Kemantren Jagakarsa dan cikal bakal Kecamatan Jagakarsa yang ditetapkan bersama dengan 2 kecamatan lainnya yang ada di Kotamadya Jakarta Selatan, yakni: Kecamatan Pancoran dan Kecamatan Pesanggrahan dengan camat awalnya H. Sudoyo.[3]
Jumlah penduduk kecamatan Jagakarsa pada tahun 2024 sebanyak 379.385 jiwa. Sementara untuk agama yang dianut, mayoritas menganut agama Islam sebanyak 94,56%. Diikuti oleh penganut agama Kekristenan yakni sebanyak 5,17% (Protestan sebanyak 3,71% dan Katolik sebanyak 1,46%). Selebihnya beragama Buddha sebanyak 0,11% dan Hindu sebanyak 0,16%.[2] Rumah ibadah, masjid sebanyak 130 unit, mushoa 207 unit, gereja Protestan sebanyak 11 unit, gereja Katolik sebanyak 2 unit, dan pura sebanyak 2 unit.[2]
Kecamatan Jagakarsa sering terjadi kebanjiran,[5] yang mengakibatkan 130 orang tewas dan 125.000 orang mengungsi.[6] Daerah rawan banjir di Kecamatan Jagakarsa, terjadinya di: