Jacobus Henricus Meerwaldt (disingkat sebagai J.H. Meerwaldt; 3 Oktober 1854–17 Februari 1920)[1] adalah seorang misionarisBelanda yang diutus oleh RMG ke Tanah Batak. Meerwaldt merupakan pendiri majalah Batak (bahasa Batak: surat parsaoran) pertama yang dinamai Surat Parsaoran Immanuel. Majalah ini menjadi media gereja-gereja binaan RMG untuk berbagi informasi perkembangan jemaat mereka. Meerwaldt juga mengajar di SeminariPansur Na Pitu (sekarang bernama Seminari HKBP Sipoholon) bersama dengan Peter Hinrich Johannsen. Ketika Meerwaldt pulang ke Belanda, posisinya sebagai guru dan pemimpin redaksi Surat Parsaoran Immanuel digantikan oleh Johannes Warneck.
Karya misi
Jacobus Henricus Meerwaldt tiba di Silindung pada tahun 1879. Ia turut mengajar di Seminari Pansur Napitu (sekarang menjadi Seminari HKBP Sipoholon) bersama dengan Peter Hinrich Johannsen, August Mohri, dan Otto Marcks. Selain mengajar di seminari, Meerwaldt juga bertugas sebagai lektorzending yang mempersiapkan bahan bacaan untuk keperluan murid di seminari. Pada 1 Januari 1890, ia mendirikan Surat Parsaoran Immanuel. Setelah mengabdikan dirinya selama 39 tahun di Tanah Batak, ia dan keluarganya kembali ke Belanda.
Karya tulis
Sebagai lektor seminari, Meerwaldt banyak menyusun buku bacaan untuk dipelajari oleh murid seminari, di antaranya adalah:
Etongan maninga
Boenga-boenga na angoer: boekoe sidjahaon ni anak sikkola na metmet 1
Boenga-boenga na angoer: boekoe sidjahaon ni anak sikkola na metmet 2
Boeke parsiadjaran di anak sikkola di Tano Batak
Tolu pulu onom turpuk sidjahaon ni anak sikkola: angka na umbalga