Izaak Thenu (Maluku, 14 September1868 – 1937) adalah seorang tentara pendeta yang berasal dari Ambon. Ia bertugas di Aceh sejak 30 september 1894 sampai kematiannya pada tahun 1937. Tugasnya terutama untuk meningkatkan moral tentara Ambon. Pada penyerangan benteng Samalanga di tahun 1901, ia menciptakan sebuah syair berjudul "Samalanga". Syair yang terdiri dari 14 bait, dan setiap baitnya terdiri dari 4 baris, berhasil mengangkat semangat prajurit pribumi kolonial.
Karena jasanya selama perang Aceh, Izaak Thenu diberikan gelar kehormatan “Ksatria Ordo Oranye-Nassau” oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1901.[1]
Saat ini, kuburan Izaak Thenu berada di sebelah kiri pintu masuk Kerkhof Peucut, Banda Aceh, tidak jauh dari prasasti Kohler.