Isidro Baldenegro López memulai aktivismenya pada 1980-an ketika ia berupaya melindungi hutan Sierra Madre dari penebangan dan penambangan. Pada 1993, ia membangun gerakan perlawanan tanpa kekerasan bersama komunitas lokal, mendapatkan dukungan dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat. Pada 2002, ia menyelenggarakan aksi duduk dan pawai yang mendorong pemerintah menghentikan sementara penebangan. Tahun 2003, ia memimpin blokade manusia besar-besaran, banyak pesertanya adalah perempuan yang keluarganya menjadi korban kekerasan, yang menghasilkan perintah pengadilan khusus untuk menghentikan penebangan. Tidak lama setelah blokade tersebut, ia dipenjara dengan tuduhan palsu kepemilikan senjata dan narkoba, dan kemudian dinyatakan sebagai tahanan hati nurani oleh Amnesty International. Setelah bebas pada Juni 2004, ia kembali memperkuat gerakan lingkungan dan berhasil mendorong dua penangguhan penebangan oleh pemerintah. Ia juga mendirikan sebuah organisasi yang berfokus pada keadilan lingkungan serta terlibat dalam advokasihakmasyarakat adat Tarahumara. Atas upayanya melawan penebangan liar dan deforestasi, ia menerima Goldman Environmental Prize pada 2005. Aktivismenya tetap berlanjut meskipun menghadapi ancaman dan kekerasan, termasuk pembunuhan ayahnya pada 2003. Ia sendiri dibunuh pada 15 Januari 2017 di Chihuahua. Warisan perjuangannya terus dikenang sebagai simbol perlawanan masyarakat adat terhadap penindasan. Pada 2018, ia dianugerahi Penghargaan Prestasi Seumur Hidup oleh Goldman Environmental Foundation sebagai pengakuan atas dedikasinya dalam perlindungan lingkungan dan hak-hak masyarakat adat.[3][1]