Institut Teknologi Kerajaan Melbourne (bahasa inggris: Royal Melbourne Institute of Technology; RMIT) adalah universitas yang menekankan pada bidang teknologi, desain, dan kewirausahaan. Universitas ini berdiri sejak tahun 1887 dan merupakan satu-satunya institusi pendidikan tinggi di Australia yang berhak menggunakan gelar "Royal" atau "Kerajaan" setelah mendapat naungan kehormatan dari Ratu Elizabeth II. Kampus utama universitas ini berada di pusat kota Melbourne, dengan beberapa kampus tambahan di Australia dan Vietnam, serta pusat kolaborasi industri dan penelitian di Barcelona.[1]
Sejarah universitas ini berawal dari harapan masyarakat dan kota Melbourne, berdiri di atas tradisifilantropi yang telah hidup selama lebih dari satu abad. Pada tahun 1882, Francis Ormond, seorang filantropis dan peternak dari Melbourne, memulai gagasannya yang kemudian berkembang menjadi Institut Teknologi Kerajaan Melbourne. Ia menyumbangkan ima ribu pound sterling untuk mendirikan lembaga pendidikan bagi para pekerja dan mendorong warga lain untuk ikut memberikan kontribusi serupa. Setelah masa kejayaan demam emas pada pertengahan abad ke-19, Melbourne terus berkembang melalui ekspansi pertanian. Namun, masa depan kota sangat bergantung pada pertumbuhan perdagangan dan industri. Pada masa itu masyarakat membutuhkan tenaga kerja terdidik dengan kemampuan dasar membaca, berhitung, serta pemahaman teknis yang sesuai dengan tuntutan era modern. Balai Perdagangan Victoria meyakini bahwa pendidikan dapat meningkatkan martabat dan kesejahteraan para pekerja. Untuk mendukung langkah Ormond, sekretaris lembaga tersebut, William Emmet Murray, aktif menggalang dana bagi pendirian perguruan tinggi pekerja. Serikat-serikat pekerja ikut menyumbang melalui ribuan donasi kecil, dan banyak di antaranya hanya beberapa shilling, tapi secara keseluruhan menghasilkan dana lebih besar daripada yang pernah mereka kumpulkan untuk gedung Balai Perdagangan sendiri. Pemerintah menyediakan lahan untuk bangunan pertama, dan pada tahun 1887 berdirilah Working Men’s College, nama awal institusi tersebut. Pada masa awal, dana yang tersedia sangat terbatas. Prioritasnya adalah menyediakan ruang belajar bagi masyarakat yang mengikuti kelas, khususnya pada malam hari. Karena itu, Gedung No. 1 dibangun dari bagian belakang terlebih dahulu. Ruang kelas menjadi bagian yang selesai paling awal, sementara bagian depan dan bagian yang menghadap La Trobe Street baru dituntaskan lima tahun kemudian. Pilihan yang mengutamakan fungsi ini mencerminkan fokus awal institusi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat. Jumlah mahasiswa meningkat dari 200 pada awal pembukaan menjadi 600 dalam dua bulan, lalu 2.000 dalam dua tahun. Sepanjang sejarahnya, universitas ini terus mengalami perkembangan dalam cakupan akademik dan fisiknya. Semangat filantropi yang menjadi dasar berdirinya tetap berlanjut. Universitas menerima berbagai dana abadi dari individu dan lembaga yang menghargai kontribusinya dalam bidang pendidikan dan penelitian. Donasi diberikan dalam berbagai bentuk, termasuk beasiswa, dukungan penelitian, serta kontribusi waktu melalui kegiatan pendampingan. Sumbangan berupa barang dan hadiah budaya turut memperkaya lingkungan kampus. Sejak tahun 1887, kampus pusat universitas ini berkembang seiring perubahan kota Melbourne, melalui masa kejayaan tahun 1880-an, periode perang, krisis, hingga pemulihan pada paruh kedua abad ke-20. Sejak 1990-an, institusi ini memperluas keberadaannya dengan membuka kampus di Bundoora dan Brunswick, serta di Kota Ho Chi Minh dan Hanoi di Vietnam.[2]
Referensi
↑"RMIT University Australia". www.hotcourses.co.id (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2025-11-19. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑"History of RMIT". www.rmit.edu.au (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-19.