Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan atau IAHNMpu Kuturan, sebelumnya bernama STAHN Mpu Kuturan adalah Perguruan Tinggi Agama Hindu Negeri di Singaraja provinsi Bali, Indonesia.
Sejarah
STAHN Mpu Kuturan Singaraja berawal dari berdirinya PGAHN Singaraja yang didirikan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dan Buddha pada masa I.B.P Mastra di tahun 1967. Kepala Sekolah PGAHN Singaraja yang pertama adalah Bapak I Ketut Pasek tetapi kemudian ditutup tahun 1993 karena Peraturan Pemerintah menyebutkan Calon Guru adalah S1. Selanjutnya PGAHN berubah menjadi kampus II Akademi Pendidikan Guru Hindu Negeri (APGHN) Denpasar berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 588 tanggal 25 Mei 1993 yang diresmikan oleh Menteri Agama RI Dr. dr. Tarmisi Taher dengan Drs. I Gde Sura sebagai Direktur pertama.[1]
Selang beberapa waktu, APGHN Denpasar terus mengalami perubahan dari STAHN hingga IHDN. Kampus II Singaraja diwacanakan berdiri sendiri menjadi perguruan tinggi negeri. Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar Nomor: Ihn/025/Kep/2015 tanggal 2 Januari 2015 tentang Penetapan Panitia Penyelenggara Pemisahan Kampus Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar di Singaraja dari Kampus Induk Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar Menjadi Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Singaraja.[1]
Ditunjuk sebagai Ketua adalah Dr. I Wayan Suarjaya, M.Si. Perjuangan menjadikan STAHN Mpu Kuturan berhasil mendapat persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: B/503/M.PAN-RB/01/2016, tanggal 27 Januari 2016, Hal: Pendirian Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja. Kampus STAHN Mpu Kuturan Singaraja diresmikan Hari Selasa, 22 Maret 2016 Di Gedung Laksmi Graha Singaraja oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2016, tanggal 17 Maret 2016 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Sebagai Ketua peresmian ditunjuk Dr. I Nengah Lestawi, M.Si.[1]
Sebagai Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang pertama ditunjuk Prof. Dr. I Made Suweta, M.Si. Berkat kerja keras Ketua berhasil memperjuangkan Gedung Kampus 4 lantai di Jalan Pulau Menjangan, Banyuning, bantuan Pemda Bali (I Made Mangku Pastika). Sekarang telah dibuka program Pascasarjana berdasarkan Keputusan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia No. 176 Tahun 2017.[1]
Jurusan dan Program Studi
STAHN Mpu Kuturan dibagi menjadi berbagai jurusan yang dibagi lagi menjadi beberapa program studi, yakni sebagai berikut:[2]