Imbuhan untuk angka yang lebih besar dari dua belas dibentuk dengan urutan terbalik dari bilangan Hindu-Arab; dimulai dari satuan, puluhan, ratusan, dan terakhir ribuan. Sebagai contoh:
Manakala imbuhan mono- sangat jarang digunakan dalam tata nama organik, imbuhan ini sangat penting dalam tata nama anorganik untuk menghindari ambiguitas. Sebagai contoh karbon oksida dapat merujuk pada karbon monoksida maupun karbon dioksida. Dalam pembentukan imbuhan majemuk, angka satu diwakili oleh imbuhan hen- kecuali bila merupakan bagian dari angka sebelas (undeka-), contoh:
Panico, R.; & Powell, W. H. (Eds.) (1994). A Guide to IUPAC Nomenclature of Organic Compounds 1993. Oxford: Blackwell Science. ISBN 0-632-03488-2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)