Ibrahim Traore lahir sekitar tahun 1988.[1][2] Dia belajar di Universitas Ouagadougou dan pernah mengikuti Asosiasi Mahasiswa Muslim. Dia bergabung dengan tentara Burkina Faso pada 2010, dan dipromosikan menjadi kapten pada 2020.[2] Hubungannya dengan pasukan khusus "Cobra", sebuah unit kontrateroris yang didirikan pada 2019, masih diperdebatkan. Menurut beberapa sumber seperti BBC, Al Jazeera, dan Die Tageszeitung, dia adalah bagian dari unit tersebut.[2][3][5] Namun, majalah berita Jeune Afrique menyatakan bahwa dia tidak terkait dengan "Cobra", dan malah bertugas di resimen artileri.[1]
Banyak pendukung kudeta Januari menjadi tidak puas dengan kinerja Paul-Henri Sandaogo Damiba, pemimpin junta, mengenai ketidakmampuannya untuk menangani pemberontakan jihadis. Traore kemudian mengklaim bahwa dia dan perwira lain telah mencoba membuat Damiba "fokus kembali" pada pemberontakan, tetapi akhirnya memilih untuk menggulingkannya karena "ambisinya menyimpang dari apa yang ingin kami lakukan".[4] Selain itu, ada penundaan pembayaran gaji untuk pasukan "Cobra". Ketika komplotan melancarkan kudeta mereka pada 30 September, Traore memegang pangkat Kapten[4] dan berusia 34 tahun.[2] Operasi itu dilakukan dengan dukungan dari unit "Cobra".[3][6] Traore menyatakan dirinya sebagai kepala baru Gerakan Patriotik untuk Perlindungan dan Pemulihan.[6]