Husain Alting Sjah (lahir 1 Maret 1964) adalah bangsawan Tidore, senator dan mantan birokrat Indonesia. Dia adalah sultan ke-37 dari Kesultanan Tidore sejak 2014. Selain itu dia juga merupakan anggota DPD RI asal Provinsi Maluku Utara, yang dilantik pada 1 Oktober 2019.[1]
Husain Alting lahir sebagai putra Abubakar Alting, keturunan Sultan Ahmad Saifuddin Alting (meninggal tahun 1865). Cabang dinasti kerajaan Tidore ini dinamai Gubernur Jenderal Willem Arnold Alting (meninggal tahun 1800). Kesultanan Tidore berakhir pada tahun 1967 dengan wafatnya Sultan terakhir yang berkuasa, kerabat jauhnya Zainal Abidin Alting. Namun, monarki dihidupkan kembali sebagai institusi budaya pada tahun 1999 ketika Djafar Syah bertahta di tengah kondisi luar yang tertekan.[4] Di bawah masa jabatan Djafar, Husain Alting menyandang gelar Kapita Laut (ungkapan Portugis-Melayu yang secara harfiah berarti kapten laut). Oleh karena itu, ia aktif selama konflik sektarian Maluku antara tahun 1999 dan 2001 dan memimpin sekelompok tokoh adat dalam misi perdamaian di Halmahera. Sepeninggal Sultan Djafar Syah pada tahun 2012, tetua adat setempat mengangkat Husain yang tidak memiliki hubungan dekat dengan almarhum. Takhta Tidore tidak sepenuhnya bersifat turun-temurun, karena calonnya diangkat dari berbagai cabang dinasti kerajaan. Husain Syah bertakhta pada tanggal 22 Oktober 2014 (28 Dzulhijjah 1436 H).[5] Ia sangat mendukung pengangkatan Sultan Zainal Abidin Alting (memerintah 1947–1967) sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.[6]
Karier birokrasi
Husain Alting Sjah memulai karier sebagai pegawai negeri sipil pada 1992 di Kabupaten Halmahera Tengah.[2] Ia tercatat meniti karier birokrat di Kantor Kabupaten Halmahera Tengah sebagai Kepala Sub Bagian Perbendaharaan (2001–2002), Kepala Bagian Anggaran (2002–2005), dan Kepala Sub Bagian Perbendaharaan (2005–2006). Pada 2006, ia dimutasi menjadi Kepala Bagian Umum pada Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tidore Kepulauan. Di tahun 2006 juga, ia dimutasi ke Kantor Kota Tidore Kepulauan menjadi Kepala Bagian Kepegawaian dan Pendapatan Asli Daerah (2006–2008) dan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan (2008–2010). Pada 2010, ia dipromosikan menjadi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Ternate hingga 2014. Pada 2014, ia diangkat menjadi Staf Ahli Bidang Pembangunan di Kantor Kota Ternate hingga 2018.[3]
Kehidupan pribadi
Husain Alting Sjah menikahi Mardiah Supriyani Fabanyo dan dikaruniai 4 orang anak.[3]
↑Nild Bubandt (2004) "Menuju Sebuah Politik Tradisi Yang Baru? Desentralisasi, Konflik, dan Adat di Wilayah Indonesia Timur", Antropologi Indonesia 74, p. 25.