Setelah pembubaran Uni Soviet pada tahun 1991, hubungan antara Turki dan Rusia membaik dan kedua negara menjadi partner dagang. Rusia menjadi penyedia energi terbesar untuk Turki, sementara banyak perusahaan Turki yang mulai beroperasi di Rusia. Pada periode ini, Turki menjadi tujuan wisata utama untuk wisatawan-wisatawan Rusia. Namun, hubungan bilateral yang hangat kembali memburuk setelah terjadinya insiden penembakan jatuh Sukhoi Su-24 Rusia oleh pesawat tempur F-16 Turki di dekat perbatasan Turki-Suriah pada 24 November 2015.
Pada terjadinya invasi Ukraina Februari 2022, sikap Turki terhadap Rusia tetap netral walaupun Turki salah satu anggota NATO. Menjadikan satu satunya anggota NATO yang tidak ikut memberikan sanksi terhadap Rusia.