Universitas Ilmu Terapan Saxion (bahasa Belanda:Hogeschool Saxioncode: nl is deprecated ; bahasa Inggris:Saxion University of Applied Sciencescode: en is deprecated ) adalah universitas ilmu terapan di Belanda dengan tiga kampus yang terletak di bagian timur negara tersebut. Universitas ini menawarkan lebih dari 100 program studi di berbagai bidang seperti arkeologi, keuangan, hukum, teknik, perhotelan, bisnis, teknologi informasi, penyiaran, kesehatan, dan media digital. Dengan lebih dari 27.000 mahasiswa, Saxion merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi terbesar di Belanda.[4] Saxion menawarkan pendidikan sarjana dan magister serta penelitian yang berfokus pada teknologi hidup.
Akar sejarah Universitas Saxion dapat ditelusuri kembali ke tahun 1875. Saxion dalam bentuknya saat ini terbentuk melalui penggabungan dua institusi pendidikan, yaitu Hogeschool Enschede dan Hogeschool IJselland pada tahun 1998. Merger ini memungkinkan Saxion untuk memperkuat posisinya dalam pendidikan tinggi di Belanda, dan sejak itu Saxion diakui sebagai pusat keahlian penting di tingkat regional, nasional, dan internasional.[5]
Sejarah
Setelah Perang Dunia II, penawaran pendidikan di kota Deventer, Enschede, dan Hengelo berkembang pesat. Pada tahun 1960-an dan 1970-an muncul beragam jenis program studi dan jumlah mahasiswa meningkat drastis. Di paruh kedua tahun 1980-an, pendidikan tinggi di provinsi Overijssel—khususnya di Deventer dan Twente—ditandai oleh serangkaian fusi antar lembaga di wilayah masing-masing.
Pada tahun 1986, seluruh sekolah tinggi (hogeschool) di Deventer digabungkan dan melanjutkan kegiatan mereka di bawah nama (Rijks)Hogeschool IJselland. Sepuluh tahun kemudian, pada 1996, institusi ini pindah ke gedung baru di Handelskade. Di wilayah Twente, pada tahun 1989, terbentuk Hogeschool Enschede dari berbagai penggabungan, termasuk Hogere Textiel School De Maere dan berbagai program HTS (Hogere Technische School, Sekolah Tinggi Teknik) di Enschede dan Hengelo.
Tanggal 1 Januari 1998, Hogeschool IJselland dan Hogeschool Enschede bersatu dalam sebuah besturenfusie (fusi kepengurusan) yang melahirkan Stichting Hogescholen Oost-Nederland (HON). Tidak lama kemudian, pembangunan kampus kota dimulai di Enschede. Pada tahun 2000, nama resmi lembaga ini berubah menjadi Saxion. Nama tersebut diambil dari bangsa Saksen, yang pernah mendiami kawasan timur Belanda, dengan penambahan huruf “i” yang melambangkan innovatie (inovasi) dan “on” dari onderwijs (pendidikan).
Pada tahun 2001, Saxion memperluas kegiatan pendidikannya ke kota Apeldoorn. Sejak 2016, sejumlah program studi ditempatkan di sebuah gedung bekas pabrik jaring (Nettenfabriek) yang telah direnovasi dan kini dianggap sebagai warisan industri.
Kampus
Universitas Ilmu Terapan Saxion kampus EnschedeUniversitas Ilmu Terapan Saxion kampus Deventer
Universitas Ilmu Terapan Saxion memiliki tiga kampus yang terletak di bagian timur Belanda, masing-masing berada di tiga kota Belanda: Enschede, Deventer, dan Apeldoorn. Berkat kontribusi besar sektor pertanian terhadap ekonomi lokal, kawasan ini dikenal akan pedesaan yang indah serta suasana hidup yang relatif santai.
Namun demikian, keempat lokasi Saxion memiliki fasilitas transportasi umum yang sangat baik, sehingga hiruk-pikuk kota-kota besar seperti Amsterdam, Rotterdam, Utrecht, dan Den Haag dapat dijangkau dalam waktu tidak lebih dari 1½ jam perjalanan.[5]
Akademik
Fakultas/Sekolah
Universitas Ilmu Terapan Saxion terdiri dari sebelas akademi, yang masing-masing mewakili bidang spesialisasi dan program studi yang berbeda.[6]
Sekolah Bisnis Perhotelan (HBS)
Sekolah Psikologi Terapan dan Manajemen Sumber Daya Manusia (AMA)
Sekolah Bisnis, Bangunan & Teknologi (BBT)
Sekolah Perdagangan & Kewirausahaan (SCE)
Sekolah Teknologi Kreatif (ACT)
Sekolah Pendidikan (APO)
Sekolah Keuangan & Bisnis Internasional (FIB)
Sekolah Tata Kelola, Hukum & Pengembangan Perkotaan (ABRR)
Sekolah Kesehatan (AGZ)
Sekolah Ilmu Hayati, Teknik & Desain (LED)
Sekolah Pekerjaan Sosial (AMM)
Sekolah Keuangan & Akuntansi (FEM)
Riset
Saxion menawarkan pendidikan yang berorientasi pada masa depan dengan fokus pada Teknologi Hidup (Living Technology). Fokus ini berkaitan dengan pertanyaan mengenai apa arti inovasi teknologi dan bagaimana kontribusinya bagi manusia, masyarakat, dan bumi . Hal ini berarti bahwa pengetahuan harus dapat diterapkan dengan cepat dan tepat untuk menjawab masalah aktual yang dibutuhkan oleh dunia usaha, pemerintah, dan lembaga-lembaga di wilayah tersebut.
Bidang riset
Hingga tahun 2023, Saxion memfokuskan diri pada tiga bidang penelitian utama, yaitu Area & Kehidupan (Areas & Living), Kesehatan & Kesejahteraan (Health & Wellbeing), dan Industri Cerdas (Smart Industry).
Setiap bidang penelitian terdiri dari sejumlah lektorat yang membahas tema tertentu. Setiap lektorat dipimpin oleh seorang lektor dan dikelilingi oleh sebuah lingkaran pengetahuan, yang terdiri dari dosen, spesialis dari dunia profesional, dan mahasiswa yang bekerja sama menyelesaikan berbagai persoalan. Pada tahun 2023, Saxion memiliki sekitar 30 lektorat. Selain itu, Saxion juga memiliki berbagai laboratorium dan ruang praktik.
Kemahasiswaan
Universitas ini memiliki lebih dari 27.000 mahasiswa yang tersebar di tiga kampusnya, dengan lebih dari 3.500 mahasiswa internasional dari 89 kebangsaan yang berbeda. Jumlah mahasiswa terus meningkat sejak universitas ini didirikan pada tahun 1998.[7]
Saxion membantu mahasiswa membangun masa depan internasional mereka dengan memberikan dukungan tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam hal pengembangan pribadi. Setelah lulus, mahasiswa dapat mengikuti Connect Programme, yang menawarkan pelatihan, lokakarya, dan pelajaran bahasa Belanda secara gratis bagi para lulusan berbakat.