Permasalahan hak cipta
Lagu "Hero" telah menjadi subjek dari dua kasus plagiarisme hak cipta; satu oleh Christopher Selletti dan yang lainnya oleh Rhonda Dimmie, kasus tersebut diajukan pada tahun 1993 dan tahun 1996.[1] Christopher mengklaim bahwa ia telah menulis lirik lagu tersebut dalam bentuk puisi. Suatu hari, ketika ia mengendarai limusin bersama Sly Stone ke Long Island, ia mengaku telah menunjukkan puisi tersebut kepadanya. Christopher mengklaim Sly Stone memuji puisinya, mengambilnya, dan berjanji akan mematenkannya dan memberinya royalti.[2] Setelah berbulan-bulan, kedua orang tersebut telah hilang kontak, menyebabkan Christopher menyurati dirinya sendiri dengan sebuah amplop yang berisikan puisi tersebut dengan judul "hak cipta orang yang malang".[2] Tiga tahun kemudian pada tahun 1996, ia mengaku mendengarkan album Mariah, Music Box, dan terkejut ketika ia memperhatikan lirik lagu tersebut yang serupa dengan puisi miliknya. Ia kemudian mengajukan gugatan terhadap Mariah Carey, Sly Stone, Sony dan manajer Sly Stone, Jerry Goldstein. Christopher mengklaim bahwa Sly Stone telah menjual atau berkontribusi ke lagu Maria Carey selama perekaman album pada akhir tahun 1992.[2] Namun, karena Sly Stone tidak menerima kredit penulisan lagu di "Hero", Christopher kemudian membatalkan gugatan terhadap Sly Stone, menyisakan dirinya melawan Mariah Carey dan Sony. Sebelum pertemuan di ruang sidang mereka, Mariah mengatakan kepada New York Daily News, "Aku merasa benar-benar menjadi korban. 'Hero' adalah ciptaanku dan lagu itu memiliki makna yang sangat istimewa bagiku. Aku memiliki niat untuk melawan ini sepanjang jalan."[1] Di pengadilan, Mariah memberikan bukti bahwa ia tidak bersalah dalam bentuk buku catatan lirik dan musik, dengan info konseptual tentang lagu tersebut tertanggal 20 November 1992, sebelum pertemuan antara Christopher Selletti dengan Sly Stone.[2] Selain itu, Mariah menyatakan fakta bahwa ia awalnya menulis lagu tersebu untuk film Hero bersama Walter Afanasieff. Hakim Denny Chin menemukan bahwa Mariah Carey tidak bersalah dan memerintahkan Christopher Selletti untuk membayar denda padanya.[1]
Bertahun-tahun kemudian setelah berkonsultasi dengan pengacara lain, Christopher Selletti melakukan upaya lain untuk menuntut Mariag Carey dan Sony. Pengacaranya, Jeffrey Levitt, telah mengungkap fakta bahwa film tersebut dirilis pada bulan Oktober 1992, enam minggu sebelum tanggal 22 November 1992, tanggal yang ada pada buku catatan milik Mariah Carey. Selain itu, "Heart of a Hero", yang ditulis oleh Luther Vandross untuk film tersebut, diajukan pada bulan Januari 1992, sehingga "Hero" tidak mungkin menjadi dijadikan lagu tema untuk film tersebut.[2] Setelah memutar rekaman lebih lanjut dari studio yang bertanggalkan musim panas tahun 1992, rekaman tersebut memberikan bukti bahwa Mariah dan Walter Afanasieff memang pernah berdiskusi dan memiliki bagian-bagian dari lagu tersebut yang akan diselesaikan jauh sebelum perilisan film di bulan Oktober 1992.[2] Setelah bukti dari kedua belah pihak, hakim menolak kasus tersebut dan memutuskan untuk memenangkan Mariah Carey untuk kedua kalinya. Menyusul pemberhentian kasus, Rhonda Dimmie, penulis lagu amatir dan penyanyi independen, mengajukan gugatan terhadap Mariah Carey, kali ini ia mengklaim lagu tersebut telah banyak dipinjam dari lagunya yang berjudul "Be Your Own Hero".[3] Selama pernyataan singkat yang dibuat oleh Mariah Carey, Walter Afanasieff mengungkapkan bahwa mereka telah menulis lagu tersebut selama dua hari di musim panas tahun 1992, "dalam hitungan jam".[2] Segera setelah itu, kasus tersebut ditolak dengan hakim yang mengklaim bahwa tidak ada cukup bukti dari pihak Rhonda Dimmie. Menyusul tuntutan hukum, pada tahun 2001, Christopher Selletti membuat petunjuk lebih lanjut untuk merencanakan gugatan lain, serta tim spesialis forensik untuk melakukan penelitian tentang insiden tersebut.[1] Setelah gugatan tersebut, Cindy Berger, juru bicara Mariah Carey merilis pernyataan berikut: "Kasus ini telah dikeluarkan dari pengadilan sebanyak tiga kali. Hakim federal setelah mendengar kisah dari Selletti dan mempertimbangkan semua bukti yang menentukan bahwa kasus tersebut adalah 'kasus yang dibuat-buat' dan bahwa gugatan tersebut diajukan 'untuk memeras dari terdakwa yang berkantong tebal."[2]
Video musik dan perekaman ulang
Sebelum perilisan lagu tersebut menjelang tahun akhir 1993, Mariah melakukan konser di Proctor's Theatre, New York pada tanggal 15 Juli 1993.[4] Setelah konser tersebut direkam, konser tersebut dirilis sebagai video rumahan berjudul, Here Is Mariah Carey (1993). Penampilan Mariah dari lagu pada malam tersebut diedit dan dijadikan sebagai video musik resmi, disutradarai oleh Larry Jordan. Video tersebut menampilkan Mariah mengenakan gaun gelap yang panjang, dengan rambut ikal panjang. Pada beberapa edisi internasional dari albumnya, versi bahasa Spanyol dari lagu tersebut dimasukkan ke dalam album, seperti pada edisi Meksiko dan Argentina.[5] Lagu tersebut berjudul "Héroe" yang diterjemahan oleh Jorge Luis Piloto, seorang musisi asal Spanyol yang datang untuk bekerja sementara dengan Mariah Carey.[6]
Pada 30 September 2020, Mariah Carey merestorasi video musik live Hero dalam format video definisi tinggi 1080p.
Pada tahun 2001, setelah serangan 11 September, Mariah merekam ulang lagu tersebut sebagai medley dengan "Never Too Far", singelnya saat itu, dengan judul "Never Too Far/Hero Medley" yang dirilis sebagai single amal sepanjang Oktober tahun tersebut.[7][8] Pada tahun 2008, sebelum merilis album kompilasinya, The Ballads, Mariah merekam ulang "Hero" dengan gaya vokal baru.[9] Selain itu, perekaman video musik dilakukan dan dirilis untuk versi tahun 2008 yang menampilkan di pembuatan rekaman ulang lagu tersebut di studio.