In Verbo Veritatis Evangelii (Dalam Firman Kebenaran Injil, Kolose1:5)
Lambang
Mgr. Herman Joseph Sahadat Pandoyoputro, O.Carm. (23 April 1939–23 September 2016) adalah uskup emeritus keuskupan Malang, setelah menjabat sejak tahun 1989 sampai dengan tahun 2016.[1] Pada tahun 2009–2012, ia juga menjabat sebagai Ketua Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan dalam Konferensi Waligereja Indonesia. Ia adalah seorang biarawan Karmelit yang peka terhadap isu-isu keagamaan yang terjadi khususnya di lingkup keuskupan Malang dan terbuka terhadap media massa.[2] Uskup yang telah memimpin keuskupan Malang selama 27 tahun ini akhirnya meninggal di Malang, Jawa Timur tanggal 23 September 2016 pada pukul 21.00 di Rumah Sakit Panti Waluya (RKZ), Malang setelah menderita sakit komplikasi dan diabetes.[3][4]
Dalam kepemimpinannya, Keuskupan Malang menetapkan "Garis-garis Besar Haluan Keuskupan Malang" pada tahun 1992 sebagai suatu dasar untuk arah gerak Keuskupan Malang yang membangkitkan kesadaran umat berkenaan dengan aneka karisma mereka sendiri dan serta kesediaan terlibat dalam aneka pelayanan yang dibutuhkan.[9]
Pada 23 November 1999, Mgr. Pandoyoputro memaklumkan niatnya untuk menyelenggarakan Sinode Keuskupan Malang sebagai rangkaian dari perayaan Yubileum Tahun 2000 dan 75 tahun Keuskupan Malang sebagai ungkapan syukur. Tema Yubileum tersebut adalah "Membangun cita-rasa, berkomunitas basis, berparoki dan berkeuskupan, untuk mewujudkan Gereja Katolik yang memasyarakat." Sinode Keuskupan Malang diselenggarakan pada tanggal 24-27 Juli 2002.[9]
Selama menjadi Uskup, Mgr. Herman Joseph Sahadat Pandoyoputro O.Carm. telah menjadi Uskup Ko-konsekrator dalam penahbisan tiga orang uskup, yakni:
Pada 28 Juni 2016, pengunduran dirinya sebagai Uskup Malang diterima oleh Paus Fransiskus, dan kepemimpinan Keuskupan Malang diteruskan oleh Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm.. Pada 23 September 2016, Mgr. Herman Joseph Sahadat Pandoyoputro, O.Carm. meninggal dunia di RS. Panti Waluya (RKZ), Malang pada pukul 21.00 dan dimakamkan di pemakaman Sukun, Malang pada hari Senin tanggal 25 September 2016.[10]