Henri Lemaître (17 Oktober 1921–20 April 2003) adalah seorang prelatus Gereja Katolik Belgia yang menjalani karirnya dalam penugasan diplomatik Takhta Suci.
Biografi
Henri Lemaître lahir pada 17 Oktober 1921 di Mortsel, Belgia. Ia belajar di Seminari Mayor, Mechelen, dan ditahbiskan menjadi imam pada 28 Juli 1946.
Ia merampungkan pembelajaran di Akademi Gerejawi Kepausan pada 1946[1] dan kemudian masuk penugasan diplomatik Takhta Suci.
Pada 30 Mei 1969, Paus Paulus VI mengangkatnya menjadi Uskup Agung TitulerTongeren dan Delegasi Apostolik untuk Kamboja dan Vietnam.[2] Ia menerima penahbisan episkopal pada 20 Juli dari Kardinal Leo Joseph Suenens, Uskup Agung Mechelen.[3] Di Vietnam pada awal 1970an, ia membantu kepentingan AS untuk kemenangan militer berdasarkan pada sumber-sumber informasi Katolik-nya.[4][5] Ia terpaksa meninggalkan negara tersebut setelah kejatuhan upaya perang Amerika pada 1975.[6]
Pada 19 Desember 1975, ia diangkat menjadi Nunsius Apostolik untuk Uganda.[7] Ia bertugas pada masa kekuasaan Idi Amin dan Perang Uganda–Tanzania yang melengserkannya.[4] Ia mengundurkan diri pada 16 November 1981.
Pada 28 Maret 1992, ia diangkat menjadi Nunsius Apostolik untuk Belanda. Ia pensiun pada 8 Februari 1997 setelah pelantikan Angelo Acerbi sebagai penerusnya di Belanda.
Ia meninggal di Roma pada 20 April 2003. Ia dimakamkan di Pemakaman Umum Wilrijk Steytelinck, Antwerp.