Hekaton, yang juga dikenal sebagai SQL Server In-Memory OLTP, adalah teknologi basis data dalam-memori yang dirancang untuk meningkatkan kinerja beban kerja OLTP (Online Transaction Processing). Hekaton dibangun langsung ke dalam Microsoft SQL Server[1] dan pertama kali diperkenalkan pada SQL Server 2014.[2][3]
Teknologi ini dikembangkan melalui kolaborasi antara tim SQL Server dan Microsoft Research, dan pertama kali diumumkan pada Konferensi PASS (Professional Association for SQL Server) tahun 2012.[4]
Berbeda dengan sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) tradisional yang dioptimalkan untuk penyimpanan di disk karena keterbatasan memori pada masa lalu Hekaton dirancang khusus untuk memanfaatkan memori utama secara maksimal. Seluruh kumpulan data kerja disimpan langsung di RAM, memungkinkan akses data yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan pendekatan berbasis disk.[5]
Meski sepenuhnya berada di dalam memori, Hekaton tetap dapat diakses menggunakan T-SQL seperti tabel-tabel biasa di SQL Server, sehingga pengembang dapat memanfaatkannya tanpa harus mempelajari antarmuka baru. Hal ini menjadikannya berbeda dari fitur lama seperti "DBCC PINTABLE", yang hanya mencoba menjaga data tetap di memori tetapi tidak mengoptimalkan mesin secara keseluruhan untuk akses dalam-memori.[6]
Secara keseluruhan, Hekaton menghadirkan peningkatan performa yang signifikan untuk aplikasi yang memerlukan respons cepat dan throughput transaksi tinggi.[7]