Peninggalan arkeologi menunjukkan bahwa beberapa saat setelah dihancurkan, kota Hazor dibangun kembali sebagai desa kecil.
Arkeologi di Hazor Israel
Sebagaimana yang di Megiddo, dan Gezer, reruntuhan Hazor menunjukkan bahwa dalam Zaman Besi Awal kota ini mempunyai "gerbang berbilik enam" (six chambered gate) yang sangat khas, serta suatu corak unik gedung-gedung administrasi; para arkeolog menetapkan bahwa konstruksi-konstruksi di Hazor dibangun dalam kepimpinan yang sama dengan yang di Megiddo dan Gezer.[7] Dari sumber Kitab Raja-raja, sejumlah arkeolog menyimpulkan bahwa bangunan-bangunan ini mendukung catatan Alkitab mengenai pembangunan kota-kota berkubu oleh raja Salomo pada abad ke-10 SM;[10] sementara ada yang memberi tarikh pembangunan pada awal abad ke-9 SM dalam masa pemerintahan Dinasti Omri.[7]
Yigael Yadin, salah satu arkeolog pertama yang bekerja di situs ini, melihat ciri tertentu yang berasal dari Dinasti Omri; Megiddo, Gezer, dan Hazor, semua bercirikan sumur-sumur dalam yang digali di batu, dari dasarnya digali terowongan dalam batu menuju ke suatu sumur yang mencapai sumber air, sebagai sistem persediaan air, di mana Yadin berpendapat dibangun pada masa pemerintahan Ahab;[7] Yadin juga berargumen bahwa Ahab membangun suatu citadel, berukuran 25 x 21 m, dengan tembok setebal dua meter, yang didirikan di sebelah barat Hazor. Namun, tarikh Yadin itu didasarkan pada anggapan bahwa lapisan yang terhubung dengan gerbang-gerbang dan bangunan-bangunan administrasi dibangun oleh Salomo.[7]
Peninggalan arkeologi menunjukkan bahwa pada paruh akhir abad ke-9 SM, pada zaman raja Yehu, Hazor jatuh ke kekuasaan Aram Damsyik.[7] Sejumlah arkeolog menduga setelah penguasaan ini Hazor dibangun kembali oleh orang Aram, sebagai kota Aram.[7] Ketika Asyur kemudian mengalahkan orang Aram, Hazor tampaknya kembali dalam kekuasaan Israel; catatan Asyur menunjukkan bahwa Yoas, raja Israel waktu itu, telah membayar upeti kepada Asyur dan Israel menjadi negara taklukan (vassal) Asyur.[7] Kemudian, kota ini dan kerajaan Israel memasuki masa kemakmuran, terutama dalam pemerintahan Yerobeam II. Sejumlah arkeolog berpendapat bahwa konstruksi besar-besaran di Hazor, Megiddo, dan Gezer, termasuk sistem persediaan air yang digali dalam batu, di waktu kemudian terjadi pada masa ini.
Upaya pemberontakan Israel terhadap dominasi Asyur berakibat serangan oleh tentara Asyur di bawah pimpinan, Tiglat-Pileser III; bukti di tanah menunjukkan usaha tergesa-gesa untuk memperkuat pertahanan Hazor.[7] Meskipun ada pertahanan itu, pada tahun 732 SM Hazor direbut, dan penduduknya dideportasi (2 Raja–raja 15:29),[7] dan kota itu dibakar habis.[7][11]