Artikel ini tidak memiliki bagian pembuka yang sesuai dengan standar Wikipedia. Mohon tulis paragraf pembuka yang informatif sehingga pembaca dapat memahami maksud dari "Hashim Jalilul Alam Aqamaddin dari Brunei". Contoh paragraf pembuka "Hashim Jalilul Alam Aqamaddin dari Brunei adalah ...". (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Hashim Jalilul Alam Aqamaddin سلطان هاشم جليل العام
Pengiran Muda Besar Omar Ali Saifuddin Pengiran Muda Tengah Sultan Muhammad Jamalul Alam II Pengiran Anak Siti Zubaidah Pengiran Anak Mohammad Salleh Pengiran Anak Abdul Rahman Pengiran Anak Siti Rauyah Pengiran Anak Siti Mariam Pengiran Di-Gadong Pengiran Anak Haji Kamis Pengiran Anak Safar Pengiran Anak Sabtu Pengiran Anak Metusin Kula Pengiran Anak Saliha Pengiran Anak Muhammad Arshad Duman Pengiran Anak Ismail Apong Pengiran Anak Untong Pengiran Anak Jaga Pengiran Anak Rabaha Pengiran Anak Tuah Pengiran Anak Mahmud
Sultan Hashim Jalilul Alam Aqamaddin adalah Sultan Brunei Darussalam ke-26 yang memerintah dari tahun 1885 sampai 1906.
Pada tahun 1885, naik takhta, sebelumnya terkenal dengan nama Pangiran Temenggong Pangeran Anak Hashim. Pada tahun 1887, membuat permohonan bertulis kepada Kerajaan Inggris mengadakan Residen Inggris di Limbang tetapi tidak dipersetujui oleh pihak Inggris karena memakan biaya yang mahal. Pada tahun 1888, membuat perjanjian dengan Inggris mengenai urusan hubungan luar negeri Brunei di bawah protektorat Inggris. Pada tahun 1903, mengutus surat kepada Sultan Abdul Hamid II, UsmaniyahTurki karena Limbang (wilayah Brunei) direbut oleh Charles Brooke pada Tahun 1890. Pada tahun 1906, menandatangani Perjanjian Protektorat Inggris atas Brunei dan menerima Sistem Residen di Brunei. Tahun 1906, dia meninggal dunia.[1]