Gerbang Pemuda adalah sebuah halte bus Transjakarta yang terletak di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Halte ini berada di Koridor 9 yang membentang dari tenggara ke barat laut Jakarta. Nama halte ini berasal dari nama jalan raya yang ada di barat daya halte.
Penamaan
Awalnya halte ini bernama Halte Senayan Barat saat pertama kali dibangun. Menjelang pengoperasian koridor 9, nama halte dirubah menjadi Halte Senayan JCC, kemudian pada 12 Januari 2024, halte ini bernama Halte Senayan imbas dari netralisasi nama-nama halte. Lalu, pada 28 Juni 2024, Halte Senayan diubah lagi akibat perubahan nama Halte Gelora Bung Karno menjadi Halte Senayan untuk memberi hak penamaan kepada Bank DKI sehingga mengubah nama halte menjadi Halte Senayan BANK DKI. Halte ini diubah namanya menjadi Halte Gerbang Pemuda agar tidak membingungkan masyarakat. Namun, nama Halte Senayan Barat masih terpampang jelas di kotak genset yang terletak di salah satu sudut halte.[1]
Bangunan dan tata letak
Halte Gerbang Pemuda dibangun ramping dengan bangunan 2 lantai mirip seperti Halte Warung Buncit, Duren Tiga, dan Mampang, di mana lantai atas sebagai gedung tiket sedangkan lantai bawah untuk tempat naik turun penumpang. Halte ini memiliki 3 dermaga di setiap sisi peronnya, dan menjadi salah satu dari 2 halte koridor 9 yang memiliki kasir layang dan memiliki dua bangunan terpisah yang terletak di tepi Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta. Kedua bangunan memiliki area berbayar terpisah yang mengharuskan penumpang membayar kembali jika berganti arah atau transit ke rute dengan arah berlawanan. Kedua bangunan disambungkan oleh jembatan penyeberangan orang yang bukan merupakan area berbayar.[2]
Pada 19 Januari 2023, sebuah truk bak menabrak separator (movable concrete barrier/MCB) di dekat Halte Gerbang Pemuda sisi barat arah Pluit. Truk tidak mengalami kerusakan parah sedangkan bagian-bagian MCB berhamburan di tepi Jalan Jenderal Gatot Subroto. Layanan Transjakarta arah Pluit pun tidak dilayani hingga evakuasi dan perbaikan selesai dilakukan.[3]
Pada 28 Agustus 2025, terjadi kerusuhan demonstrasi di depan Kompleks DPR RI. Massa yang tidak terkendali menebar kerusuhan hingga ke Halte Gerbang Pemuda. Massa anarkis memecahkan kaca-kaca halte, mencorat-coret fasad halte, dan membakar sebagian bangunan halte. Barang-barang yang ada di halte dijarah oleh amukan massa, termasuk fasilitas prasarana halte.[4] Perusakan ini membuat halte tidak dapat digunakan hingga prasarana selesai diperbaiki. Turut dibakar pula Halte Senen Toyota Rangga di Senen, Jakarta Pusat serta Halte Polda Metro Jaya oleh massa anarkis.[5][6] Bersamaan pula dengan insiden ini, seluruh layanan Transjakarta juga sempat tidak beroperasi hingga situasi kembali kondusif. Halte ini pun dioperasikan kembali dengan perbaikan minor.