Kampoeng Heritage Kajoetangan adalah kampung yang telah berdiri sejak abad ke-13 (diperkirakan pada tahun 1900an) yang menggabungkan gaya arsitekturkolonial dalam tradisional khas Indonesia. Kawasan kampung ini juga berasal dari berbagai versi diantaranya dari keberadaan pohontanaman bernama patangtangan yang menyerupai tangan manusia, atau dari sebuah penunjuk arah berbentuk tangan yang terbuat dari kayu di masa lalu. Ada juga yang meyakini jika nama Kayutangan sendiri berasal dari letak geografis yang diapit oleh Sungai Sukun dan Sungai Brantas.[1]
Daya Tarik
Di Kampoeng Heritage Kajoetangan banyak sekali macam aneka kuliner dari makanan tradisional hingga modern diantaranya kedai Es Podjok. Pengunjung yang datang tidak hanya dari warga lokal melainkan warga mancanegara juga dapat menikmati kesegaran es serut dengan melihat lalu lalang kendaraan yang melintas. Banyak juga cafe-cafe modern dan tradisional yang ada disepanjang koridor Kayutangan. Di Kampoeng Heritage Kajoetangan juga terdapat banyak sekali mural yang sangat indah, salah satunya adalah mural Bank Indonesia.[2]
Transportasi umum
Trans Jatim
Kampoeng Heritage ini dapat dijangkau dengan mudah menggunakan bus Trans Jatim. Di kampung ini, terdapat Halte Kajoetangan yang melayani bus Koridor 1 dengan trayek Batu–Hamid Rusdi pp.