Stasiun Sumberbaru tercantum dalam jadwal kereta api tahun 1898 dengan nama Soemberbahroe. Hal ini mengindikasikan bahwa stasiun ini dibuka bersamaan atau hampir bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Bangil–Kalisat pada 1897 serta berusia lebih tua dibandingkan Stasiun Jatiroto.[4] Berdasarkan peta yang diterbitkan oleh Belanda pada 1926, Stasiun Sumberbaru dahulu berstatus sebagai halte, klasifikasi untuk stasiun kecil pada masa itu. Sebagai halte, stasiun ini memiliki sepur belok di sisi selatan.[5] Klasifikasi halte beserta keberadaan sepur belok tersebut masih bertahan setidaknya hingga tahun 1941.[6]
Halte ini dinonaktifkan karena letaknya yang kurang strategis dan jaraknya tidak terlalu jauh dengan Stasiun Jatiroto. Bangunan halte ini telah dijadikan sebagai rumah warga dan kondisi ruang PPKA-nya sangat mengenaskan karena tertutup tetumbuhan dan semak belukar. Ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Tanggul, terdapat Perhentian Pondokdalem yang juga sudah dinonaktifkan.[7]
Catatan
↑Tertulis dalam ejaan lama sebagai "Soemberbahroe"
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).