"Hak cipta dilindungi undang-undang" (bahasa Inggris:all rights reservedcode: en is deprecated , bahasa Spanyol:Todos los derechos reservadoscode: es is deprecated , bahasa Portugis:Todos os direitos reservadoscode: pt is deprecated ) adalah pernyataan formalitas hak cipta yang menandakan bahwa pemegang hak cipta memegang kepemilikan suatu karya cipta dan undang-undang hak cipta melindunginya. Lahir dari Konvensi Buenos Aires 1910, sama sekali tidak jelas apakah kalimat tersebut memiliki pengaruh hukum di banyak yurisdiksi.[1] Namun, masih banyak pemegang hak cipta yang masih terbiasa mempergunakan kalimat ini.
Asal-usul
Kalimat ini berasal dari Konvensi Buenos Aires 1910. Pasal 3 Konvensi memberikan hak cipta atas sebuah karya yang diciptakan di semua negara penandatangan Konvensi asalkan "pernyataan pelindungan hak cipta" ada pada karya tersebut.[2] Kalimat all rights reserved tidak disebutkan secara langsung dalam teks tersebut tetapi sudah memenuhi persyaratan tersebut.
Kewajiban memberikan kalimat "hak cipta dilindungi undang-undang" dianggap usang per 23 Agustus 2000 saat Nikaragua yang menjadi peserta terakhir Konvensi Buenos Aires menjadi penandatangan Konvensi Bern.[7] Per tanggal itu, setiap negara yang dahulu merupakan anggota Konvensi Buenos Aires (yang merupakan traktat satu-satunya yang mewajibkan kalimat tersebut) juga otomatis anggota Konvensi Bern, yang dapat memberikan pelindungan tanpa harus ada formalitas.[8]
Meski demikian, sejumlah karya—terutama karya tulis, rekaman, dan program komputer—yang dibuat oleh seniman, penulis, atau pencipta konten masih menggunakan kalimat ini untuk mencegah ambiguitas dan memberikan pernyataan yang jelas bahwa konten yang dibuatnya tidak dapat bebas disalin.[8]