Pada tahun 1514, ia diangkat sebagai Beylerbey (gubernur tinggi) Anatolia. Dalam Pertempuran Chaldiran melawan Safawiyah, ia bertugas memimpin sisi kanan pasukan Utsmaniyah. Seusai pertempuran tersebut, ia diangkat sebagai beylerbey Rumeli, sebuah jabatan yang lebih bergengsi dari jabatannya sebelumnya.[7] Misi berikutnya adalah menaklukkan Dulkadir di wilayah Turki selatan. Ia berhasil mengalahkan Bozkurt dari Dulkadir dalam Pertempuran Turnadağ. Sesudah itu, ia diangkat oleh SUltan Selim I sebagai Wazir Agung pada tanggal 25 April 1516. Sinan merupakan Wazir Agung favorit Selim. Ia turut serta dalam penaklukan wilayah Suriah dan Mesir. Pada tanggal 28 Oktober 1516, ia berhasil mengalahkan pasukan Mamluk di Khan Yunis, Palestina.[8] Pada tahun berikutnya, ia turut serta dalam Pertempuran Ridaniya di Mesir pada tanggal 22 Januari 1517. Biasanya sultan selalu menetap di markas utama selama pertempuran, tetapi dalam pertempuran ini Sultan Selim I memutuskan untuk memimpin pengepungan pasukan Mamluk secara pribadi dan menugaskan Sinan di markas utama. Rencana ini berhasil dan pasukan Mamluk berhasil dikalahkan. Namun, sebelum pertempuran ini usai, kavaleri Mamluk (termasuk Tuman bay II, sultan Mesir) menyerbu markas Utsmaniyah dan membunuh Sinan karena mengira ia adalah Sultan Utsmaniyah.[9]
↑Gazi Husrevbegova biblioteka u Sarajevu (1983). Anali Gazi Husrev-begove biblioteke. Gazi Husrev-begova biblioteka. hlm.34. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-21. Diakses tanggal 2018-05-21.