Desa Gunaksa adalah salah satu dari dua belas desa dinas, dan salah satu dari dua puluh desa adat yang ada di Kecamatan Dawan. Desa ini merupakan desa terluas kedua di Kecamatan Dawan, setelah Desa Pikat.[3]
Desa Gunaksa, menurut Prasasti Ki Mantri Tutuan di Pura Bukit Buluh, Ki Mantri Tutuan dari Kerajaan Keling di Jawa yang datang ke Bali, lalu mendirikan pemukiman di sekitar dataran bebukitan yang akhirnya mencari daerah dasar sesuai dengan keperluan dari penduduk yang makin berkembang. Sampailah para leluhur yang mendirikan desa ini di suatu wilayah yang diberi nama Banjar Blimbing (sekarang bernama Banjar Patus) atau nama lain wilayah tersebut bernama wilayah Dauh Bingin, karena di bagian timur wilayah tersebut terdapat pohon beringin, tepatnya di wilayah Pura Buit atau sekarang di wilayah/kompleks SDN 3 Gunaksa. Pohon beringin tersebut tumbang karena terlanda lahar akibat bencana nasional meletusnya Gunung Agung pada tahun 1963.[4]
Pada saat para leluhur membuat atau membangun pemukiman di Banjar Blimbing, beliau membuat suatu pelinggih sebagaimana yang diajarkan oleh ajaran Hindu, bahwa setiap pemukiman harus ada:[5]
Pelinggih sebagai tanda takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Batas wilayah dikenal dengan nama Palemahan.
Penghuni adalah Pawongan-nya.
Guna memenuhi persyaratan yang dimaksud, lalu didirikanlah sebuah tempat ibadah yang diberi nama Pura Pewalang Tamah atau Guna Ksaya. "Guna" berarti "segala jenis ilmu hitam", dan "ksaya" berarti "dilenyapkan". Jadi tujuan Pura Pewalang Tamah atau Guna Ksaya adalah sebagai pelindung masyarakat Banjar Blimbing dalam melenyapkan segala gangguan ilmu hitam. Penduduk semakin berkembang, jadi untuk memberi nama desa atau wilayah pemukiman diberi sesuai nama pelinggih yang pertama, yaitu Guna Ksaya yang lahirnya menjadi nama Desa Gunaksa.[6]
Pemerintahan
Pemimpin
Desa Gunaksa dipimpin oleh seorang kepala desa (dinas) atau perbekel yang bertugas untuk memimpin desa dinas, dan kepala desa adat/pakraman atau bendesa adat/pakraman yang bertugas untuk memimpin desa adat.
Desa Gunaksa merupakan daerah dengan penduduk yang banyak dan beragam. Pada 7 Agustus 2018, desa ini memiliki penduduk dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 3.125 jiwa, dan penduduk berjenis kelamin laki-laki berjumlah 3.001 jiwa, dengan jumlah
total sebanyak 6.126 jiwa yang terdiri dari anak-anak, orang dewasa hingga lansia. Penduduk terbanyak berada di Banjar Patus, dengan jumlah total sebanyak 1.085 jiwa, sedangkan penduduk dengan jumlah terkecil berada di Banjar Kebon, dengan jumlah total sebanyak 416 jiwa.[1]