Grímsvötn adalah sebuah gunung berapi basaltik yang memiliki frekuensi letusan tertinggi dari semua gunung berapi di Islandia dan memiliki sistem retakan yang membentang barat daya-timur laut. Letusan retakan Laki tahun 1783-1784 yang merusak iklim dunia adalah bagian dari sistem retakan yang sama. Grímsvötn meletus pada waktu yang sama seperti Laki pada 1783, tetapi letusannya terus berlanjut hingga 1785. Karena sebagian besar gunung berapi berada di bawah Vatnajökull, sebagian besar letusannya bersifat subglasial dan interaksi magma dan air dari es mencair mengakibatkan aktivitas letusan eksplosif freatomagmatik.
Pada 21 Mei 2011 pukul 19:25 UTC, sebuah letusan terjadi dengan awan setinggi 12km (7mi) yang disertai beberapa gempa bumi,[3][4][5][6] mengganggu rute perjalanan udara di Islandia,[7][8] dan di Greenland, Skotlandia, Norwegia, Irlandia dan Inggris pada 22–24Mei. Hingga 25 Mei, skala letusan menjadi lebih besar dari letusanEyjafjallajökull tahun 2010.
Letusan berhenti pada pukul 02.40 waktu setempat pada 25 Mei 2011.[9][10]