Dikisahkan pada zaman dahulu, terdapat seorang kakek bernama Mbah Sewonegoro. Dia memiliki seorang anak bernama Kasim. Namun, dikarenakan konflik keluarga, Kasim pun pergi dari rumah. Di suatu tempat, Kasim bertemu dengan seorang wanita cantik jelita. Wanita tersebut menyelipkan sebuah bunga di telinga Kasim. Bau bunga tersebut begitu harum. Sehingga, nama Gondoharum diambil dari dua kata yaitu ganda/gondo yang berarti bau dan arum/harum yang berarti wangi/harum. Namun, sampai sekarang kebenaran cerita ini masih diselidiki oleh ahli sejarah.