Berdasarkan data Kecamatan Kedamean dalam Angka 2025[1], Desa Glindah memiliki jumlah penduduk laki-laki: 1.837 jiwa, dan jumlah penduduk perempuan: 1.741 jiwa.
Mayoritas penduduk Desa Glindah memeluk agama Islam,dan hampir seluruhnya bekerja sebagai petani.
Glindah terletak di daerah dataran rendah, serta beriklim tropis dengan curah hujan yang lumayan tinggi.
Desa ini adalah batas kecamatan kedamean dengan Kecamatan Benjeng karena bersebelahan langsung dengan desa-desa dari Kecamatan Benjeng.
Seni dan Budaya
Dalam bidang seni dan budaya, Desa Glindah termasuk salah satu desa yang cukup getol,dalam mengembangkan dan melestarikan budaya tradisionalnya, terutama di dusun Glindah Tengah yang mempunyai grup kuda lumping yang populer di wilayah Gresik selatan.
Tak cuma di bidang seni, Glindah juga masih melestarikan adat-istiadat dan ritual-ritual dalam budaya jawa, seperti
tingkepan,megengan,rewang,nyadran,brahatan, dan sedekah bumi yang kesemuanya masih dilakukan oleh masyarakat desa yang terletak 3 kilometer dari batas wilayah Kabupaten Mojokerto tersebut.
Teknologi
Di desa Glindah, listrik mulai masuk semenjak tahun 1993.
Di bidang pertanian, bisa dikatakan warga Desa Glindah saat ini mulai meninggalkan model bertani tradisional beralih ke pemanfaatan teknologi pertanian yang semakin maju, antara lain dengan penggunaan alat modern yang biasa disebut landak (dahulu warga menanam bibit padi dengan gejig,sebuah alat yang terbuat dari kayu yang di runcingkan).
Sementara sejak tahun 1980an,mereka telah mengenal Perontok padi saat panen raya.
Tak hanya teknologi pertanian.dibidang iptek pun,masyarakat Glindah tergolong maju.selain menjamurnya warkop wi-fi,juga munculnya beberapa youtuber terkenal,seperti jankariyus, yang punya lebih dari 3 juta subscriber.
Desa Glindah lahir , dari penyatuan 4 desa yang letaknya berdekatan.kemudian disatukan dalam sebuah desa/kelurahan . yang terdiri atas 7 dusun,yakni,Glindah Beji,Glindah Lor,Glindah tengah,Glindah kidul,Balong tambak,Tegal sari,Karang mangu.
Terbentuknya desa Glindah, konon diawali pada 1900 M. Pada waktu itu ada beberapa kelompok keluarga yang hidup di daerah permukiman yang terpencar-pencar. Dalam setiap kelompok mempunyai wilayah-wilayah kecil dan mempunyai pemimpin kelompok tersendiri. Kemudian kelompok itu membuat komunitas dalam membentuk desa tersendiri. Desa-desa itu antara lain:
Desa karang mangu di pimpin oleh seorang lurah bernama reban lurah ini membangun pemukiman kelompoknya yang di batasi dengan tanaman bambu sebagai benteng kekuasaan wilayahnya
Desa tegalsari dipimpin olehseorang lurah bernama nodi. Lurah ini yang merintis berdirinya desa tegal sari sebagai kelompok pemukiman kelompok penduduk yang baru
Kelompok ini adalah keluarga petani yang sekitar wilayah pemukimannya banyak area tambak, yang kemudian menamakannya sebagai desa balong tambak. Desa ini di pimpin oleh seorang lurah yang bernama mayor. Lurah ini yang merintis pembangunan desa balong tambak.
4. Desa Glindah
Wilayah desa Glindah dipimpin oleh lurah yang bernama bagong. Desa ini terdiri dari beberapa kelompok dusun yaitu:
a. Glindah kidul
Dinamakan desa glindah kidul karena letaknya yang berada sebelah selatan.
b. Glindah tengah
Tempatnya yang berada di tengah, yang merupaka tempat tinggal lurah bagong.
Dinamakan Glindah beji karena di tempat ini merupakan palang pintu desa.
Glindah merupakan benteng tempat pertempuranmelawan musuh-musuh kelompok yang ingin memasuki wilayah desa Glindah, untuk memperkuat pertahanan desa maka di adakan penyatuan wilayah desa-desa tersebut, yang kemudian dinamakan Blengket. Sebagai pimpinan tunggal untuk meyatukan wilayah desa-desa tersebut dimenangkan oleh lurah bagong. Penyatuan wilayah desa-desa tersebut terjadi pada tahun 1925 M.
Lurah bagong merupakan lurah pertama yang merintis kedaulatan desa Glindah. Sementara itu desa-desa lain yaitu desa karang mangu, Tegal sari, Balong tambak, Glindah kidul Glindah Tengah, Glindah lor, Glindah Beji menjadi bagian desa yang dinamakan dusun. Setiapdusun dipimpin oleh seorang yang dinamakan pak bau atau kepala dusun. Perkembangan selanjutnya dusun Glindah lor dan Glindah Beji karena luasnya kecil mengalami penyatuan menjadi satu dusun yaitu Glindah lor.
Lurah sumantri mempunyai seorang carik bernama P.Shidiq. Lurah sumantri berhenti karena dihukum penjara. Penyebabnya di duga menghabiskan uangpajaknegara.
dipimpin oleh kepala desa sapar (tahun 1975-1990M)
kepala desa sapar merupakan pemenang pemlihan kepala desa tahun 1975 karana masa kerjanya yang cukup panjang (16 tahun ) beliau banyak sekali melaksanakan pembangunan di desa Glindah.
Di pimpin oleh kepala desa Girunadi (tahun 1990-1998)
Kepala desa Girunadi merupakan hasil pilihan rakyat langsung setelah bapak sapar lengser.Dalam pelaksanaan pembangunan beliau meneruskan pembagunan yang sudah dirintis pendahulunya.
Kepala desa Sutri,Amd.kep adalah istri dari kepala desa petahana Bambang saktiyono ,spd.karena sudah 2 kali terpilih,maka pak lurah bambang tidak diizinkan lagi mengikuti pemilihan.namun,karena kepemimpinnya masih diinginkan seluruh masyarakat desa glindah,agar bisa melanjutkan pembangunan.maka sang istri,yang maju dalam pilkades glindah 2013.
Dan akhirnya terpilih selama 2 periode berturut-turut.