Dinaman Dukuh Kepoh karena dahulu banyak tumbuh tanaman Kepuh ( Kepoh ) yang saat ini sudah sangat sulit ditemukan.
Dukuh Krajan
Dukuh Dawung/ Kulonan
Dinamakan Dukuh Dawung karena terdapat Pohon Kedaung ( Kedawung ) yang setiap saat mengeluarkan sumber mata air untuk dimanfaatkan oleh penduduk setempat. sumber mata air Dawung dahulu sangat ramai di kunjungi oleh warga guna mencuci pakaian, mandi atau mengambil air minum. namun diakhir era 2009 sumber Dawung semakin kecil sehingga kini masyarakat banyak yang mengalihkan kegiatannya di rumah sendiri-sendiri
Wisata Budaya ada di Pasar Senin Pahing. pasar yang ramai dikunjungi setiap selapan sekali (35 hari sekali) pada hari minggu legi dan Senin Pahing.
Dawet Senin Pahing menjadi sarana kuliner yang tak pernah di lewatkan oleh para pengunjung. serta kebanyakan pengunjung berbelanja makanan tradisional dan hasil bumi yang di jual di pasar Desa Gerit tersebut. seperti Garut, Uwi, Kacang Tanah, Talas, Ganyong, Pisang serta makanan olahan seperti Dawet, cucur, cetot dan lain sebagainya. berharap masyarakat berbelanja di pasar Gerit adalah untuk selalu di berkahi rumahtangganya, Karier dan Usahanya oleh Allah SWT. Sebagai rasa syukur sehingga rela belanja dan datang ke pasar Gerit ketika Senin Pahing.
Sejarah Desa
Penamaan Desa Gerit menurut cerita rakyat berasal dari sebuah pohon yang tertiup angin pada masa penghujan. Pohon tersebut ketika bergerak akibat tiupan angin mengeluarkan bunyi "Griit.... Groot..." sehingga muncul nama sebuah Desa Gerit
Demografi
di desa Gerit ini akan ramai jika ada acara seperti:
Di Desa Gerit terdapat Yayasan Perguruan Islam Manbau'ul Falah ( YAPIM ) yang di dirikan oleh Bpk. Syukur. Yayasan ini mengelola beberapa sekolahan dalam beberapa tingkatan yaitu: