Pelayanan pastoral ke stasi-stasi biasanya menggunakan jeep gardan ganda karena kondisi jalan darat yang bervariasi—ada jalan beraspal, ada jalan tanah, dan ada jalan berlumpur jika musim hujan tiba, serta melewati hutan-hutan. Tidak adanya tenaga sekretariat di paroki membuat pastor juga merangkap tugas kesekretariatan, koster, dan tugas lainnya.[5]