Gereja Santo Mikael (bahasa Melayu:Gereja Saint Michael, Ipohcode: ms is deprecated ) adalah sebuah gereja parokiKatolik yang terletak di Ipoh, Malaysia. Gereja ini didedikasikan kepada Santo Mikael. Gereja ini berada dalam naungan yurisdiksi Keuskupan Pulau Pinang.[1] Selesai dibangun pada tahun 1896, gereja ini merupakan bangunan gereja Kristen pertama yang dibangun di Ipoh.
Sejarah
Gereja Santo Mikael berawal pada tahun 1890 ketika Émile Barillon, seorang pastor misionaris Prancis yang melayani di Gereja Santo Yusuf - Paroki Batu Gajah di dekatnya dan kemudian menjadi Uskup Malaya, membangun sebuah bangunan kayu sederhana untuk dijadikan tempat ibadah bagi umat Katolik di Ipoh. Terletak di seberang jalan dari lokasi gereja saat ini di tempat yang sekarang menjadi lahan SMK Main Convent, bangunan itu melayani sejumlah kecil umat Katolik, terutama pemukim Tionghoa yang bekerja di industri pertambangan timah di Kinta Valley.[2][3][4][5][6]
Pada tahun 1893, ketika Romo Pierre Perrichon menggantikan Barillon sebagai pastor paroki, beliau menugaskan pembangunan gereja yang ada saat ini. Dibangun dengan gaya Gotik, dengan biaya $14.000, oleh seorang kontraktor Kristen Tionghoa, Leong Ah Choong, gereja ini selesai dibangun pada tahun 1896 dan secara resmi diberkati dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh umat Katolik Tionghoa, pada tanggal 3 Juni 1896.[2][7]
Di bawah Romo Jean Coppin, paroki dengan masa bakti terlama di gereja ini Sebagai pastor (1904-1927), paroki tersebut mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam jumlah komunitas Katolik, dan Coppin berperan penting dalam pendirian beberapa lembaga Katolik di Ipoh, termasuk Institusi St. Michael yang dibuka pada tahun 1926. Sejak tahun 1970-an, bangunan-bangunan tambahan telah didirikan di lokasi tersebut untuk melayani komunitas yang terus berkembang, termasuk tempat tinggal pastor, rumah paroki, kantor untuk fungsi administratif dan sosial, kolumbarium, dan rumah duka. Pada tahun 2022, kamera dan pengeras suara dipasang untuk memungkinkan streaming daring ibadah misa.[2][5][6]
Pada tahun 2015, sebuah relikwi Santo Kapusin Padre Pio diterima sebagai hadiah dari Roma. Terdiri dari selembar kain kecil yang konon berisi darah sang santo, relik tersebut diabadikan dalam gambar sang santo di samping altar.[2][8]
Deskripsi
Dibangun dengan gaya Gotik, gereja ini memiliki dua menara yang terletak di kedua sisi serambi pintu masuk utama yang di atasnya terdapat tulisan aksara Tionghoa yang menyatakan "Tuhan adalah Sumber Segala Kebenaran".[2]
Galeri
Interior dan panti umat
Patung Santo Mikael di depan pintu masuk utama gereja