Gereja ini pertama kali dibangun sebelum tahun 1560 oleh para Yesuit. Gereja ini kemudian dibangun kembali pada tahun 1846. Gereja yang ada saat ini merupakan bangunan neoklasik dengan eksterior berwarna kuning. Bagian dalam gereja dihiasi dengan pilar-pilar dan lampu gantung yang indah.[1]
Selain menjadi tempat ibadah bagi umat Katolik di Makau, Gereja Santo Laurensius juga merupakan tujuan wisata yang populer.