Gereja ini berawal dari tahun 1894 ketika seorang misionaris Prancis, Romo René-Michel-Marie Fée, MEP, memperoleh sebidang tanah dan membangun sebuah kapel beratap kayu sebagai bagian dari Paroki Perak Selatan yang lebih besar, yang mencakup Tapah. Kapel tersebut didedikasikan untuk Santo Antonius dari Padua.[2]
Romo Fée diangkat menjadi Uskup Malaka pada tahun 1896 [3] dan digantikan oleh Pastor Louis Perrichon yang melayani komunitas Katolik Roma yang tersebar di sepanjang jalan Tapah – Kuala Kubu Baru. Pada tahun 1910, sebuah pastoran dibangun di kompleks kapel pada masa pengawasan pastor paroki keenam, Romo Donat Perrissoud, yang juga memperluas pelayanan pastoralnya ke kota-kota Lumut dan Sitiawan.[2]
Pada tahun 1914, kapel kayu dan atap asli hancur terbakar. Dana sebesar 70.000 Straits dollar berhasil dikumpulkan dan pekerjaan pembangunan gereja baru dimulai dengan peletakan batu pertama pada 7 Mei 1922.[4] Bangunan gereja baru ditahbiskan pada tanggal 6 Mei 1923 oleh Uskup Jean-Marie Mérel, Vikaris Apostolik Emeritus Kanton.[5][6]
Saat ini, misa mingguan diadakan dalam bahasa Tamil dan Inggris, sementara misa dalam bahasa Mandarin dan Melayu diadakan sebulan sekali.