Gereja Santa Maria Regina merupakan buah pemekaran paroki dari Gereja Santo Matius Penginjil, Bintaro. Pembangunan Gereja Santa Maria Regina (SanMaRe) bermula pada September 1999 saat Perayaan Ekaristi diselenggarakan secara rutin di gedung Gereja Kristen Immanuel. Melihat perkembangan umat Katolik yang menghuni kawasan Bintaro Jaya dan sekitarnya, muncul gagasan untuk mendirikan paroki baru sebagai pemekaran dari Paroki Bintaro. Beberapa tokoh di balik gagasan ini termasuk R.P. Silvano Laurenzi, S.X. dan R.P. Francesco Marini, S.X. bersama Dewan Paroki Bintaro.
Setelah melewati beberapa kali perpindahan lokasi, lahan yang ditetapkan terletak di kawasan CBD Bintaro Jaya Sektor 7. Pembangunan gedung gereja SanMaRe dimulai pada Desember 2003 dan dikerjakan secara bertahap hingga rampung pada Januari 2009. Gereja ini memiliki empat lantai dengan luas total 8.503 m².
Desain Gereja Santa Maria Regina secara umum adalah sederhana dan modern, yang menggambarkan perahu layar atau bahtera. Dari perspektif jalan di depan gereja, bagian atas bangunan tampak berbentuk segi lima yang menyerupai layar.[4]
Tampak luar gereja
Fasad
Bangunan gereja terbagi atas beberapa lantai/tingkat. Lantai pertama digunakan sebagai lahan parkir yang juga dapat digunakan sebagai tempat kegiatan. Terdapat juga klinik kesehatan pada lantai dasar. Lantai kedua terdiri atas bagian depan dan bagian belakang. Pada bagian depan terdapat sebuah gua Maria, sementara bagian belakang digunakan untuk beberapa kegiatan dan menyatu dengan lokasi sekretariat serta pastoran. Terdapat juga sebuah kapel dan toko rohani.
Lantai ketiga merupakan bangunan utama gereja yang dapat menampung sekitar 1.500 hingga 2.000 umat. Saat menaiki tangga menuju gereja, terdapat diorama Perjalanan ke Emaus yang terbuat dari elemen tembaga.[4] Terdapat juga sebuah balkon yang juga digunakan untuk menampung umat saat Perayaan Ekaristi berlangsung. Interior bangunan menggunakan bidang lipat dengan bentuk atap yang asimetris.[5]
Gereja Santa Maria Regina memiliki patung Bunda Maria yang terletak di sekitar panti imam. Di lokasi yang sama juga terdapat sebuah lukisan Kerahiman Ilahi. Di dekat tangga menuju gereja, terdapat patung Pieta. Selain itu, di gedung utama gereja juga terdapat Kapel Santo Yohanes.
Patung Bunda Maria di sekitar panti imam
Lukisan Kerahiman Ilahi di sekitar panti imam
Pieta
Kapel Santo Yohanes
Kapel Adorasi Santo Yohanes
Di dalam kompleks gereja, terdapat Taman Doa Santa Maria Regina yang mencakup Jalan Salib, Patung Bunda Maria, dan Patung Santo Yusuf. Taman Doa tersebut diberkati pada 24 Agustus 2019 oleh Uskup Agung JakartaIgnatius Suharyo. Di pelataran gereja terdapat Patung Santo Yusuf yang Tidur.
Patung Bunda Maria di Taman Doa
Patung Santo Yusuf di Taman Doa
Patung Bunda Maria di rubanah (lokasi sementara saat renovasi Gua Maria)
Gua Maria pada Mei 2025
Peribadatan
Gereja Santa Maria Regina menyelenggarakan misa harian dan misa mingguan. Misa harian dilaksanakan pada pagi hari. Sementara itu, misa mingguan dilaksanakan satu kali pada Sabtu sore dan tiga kali pada hari Minggu. Liturgi umumnya diselenggarakan dalam Bahasa Indonesia.
Saat Gereja Santa Maria Regina masih merupakan stasi dari Paroki Bintaro, peribadatan dipimpin oleh para imam Xaverian. Sejak menjadi paroki, Paroki Bintaro Jaya dikelola oleh para imam diosesan (projo) Keuskupan Agung Jakarta.[3] Adapun pastor kepala paroki pertama, R.D. Heribertus Warnata Natawardaya merupakan imam diosesan Keuskupan Agung Semarang dan telah bertugas di Markas Besar TNI Jakarta sejak April 1991.
Adapun para imam yang pernah menjabat sebagai pastor kepala adalah sebagai berikut.
R.D. Heribertus Warnata Natawardaya (2010–2013)
R.D. Alphonsus Setya Gunawan (2013–2018)
R.D. Kristoforus Lucky Nikasius (2018–2023)
R.D. Bernardus Hardijantan Dermawan (sejak 2023)
Adapun para imam yang pernah menjabat sebagai pastor rekan adalah sebagai berikut.
R.D. Aloysius Yus Noron (2010–2013)
R.D. Antonius Baur Asmoro (2013–2016)
R.D. Sylvester Nong (2016–2025)
R.D. Camellus Delelis da Cunha (sejak 2025)
Galeri
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025