Baptisan pertama di wilayah Paroki Sumbawa Besar terjadi pada tahun 1937, ditandai dengan telah adanya buku permandian, di mana saat itu seluruh wilayah Pulau Sumbawa masih termasuk dalam Keuskupan Weetebula. Sejak awal hadirnya agama Katolik di Pulau Sumbawa pada tahun 1928, misionaris SVD yang banyak memegang peranan. Penetapan resmi sebagai paroki baru pada tahun 1973 di mana pada masa-masa awal berdirinya paroki yang menjadi gembala adalah para pastor CSsR.[2]