Geraldo de Proença SigaudBiografi
Ia lahir di Belo Horizonte, Minas Gerais, dan ditahbiskan menjadi imam Serikat Sabda Allah pada 12 Maret 1932.[1] Setelah penahbisan, ia menjadi profesor di seminari mayor São Paulo, bersama dengan Antônio de Castro Mayer. Kala ia memberikan dukungannya kepada buku yang ditulis oleh Plinio Corrêa de Oliveira yang mengklaim infiltrasi Komunis dalam Aksi Katolik Brasil, ia disanksi dan dikirim ke Spanyol pada Maret 1946.[2] Namun, ia mendapatkan dukungan dari Nunsius Apostolik Benedetto Aloisi Masella, yang mewujudkan pemulangannya ke Brasil tak lama setelahnya.[2]
Pada 29 Oktober 1946, Sigaud diangkat menjadi Uskup Jacarezinho ketiga oleh Paus Pius XII. Ia menerima penahbisan episkopal pada 1 Mei 1947 dari Uskup Agung Carlo Chiarlo, didampingi oleh Uskup José Maurício da Rocha dan Manoel da Silveira d'Elboux.[1] Ia kemudian diangkat menjadi Uskup Agung Diamantina keempat pada 20 Desember 1960.[1]
Pada 1959, Paus Yohanes XXIII memutuskan untuk mengadakan Konsili Vatikan Kedua. Pada persiapan untuk Konsili tersebut, Sigaud menulis kepada Domenico Tardini, Sekretaris Kepausan Negara, menyebut uang kertas satu dolar Amerika Serikat sebagai bukti konspirasi dunia Freemason dan Yahudi "melawan tatanan Katolik," dan mengklaim, "Para kepala Yahudi internasional selama berabad-abad bersekongkol dalam hal metode dan memendam kebencian terhadap nama Katolik dan penghancuran tatanan Katolik, dan pembangunan kekaisaran Yahudi dunia."[3] Pada 1962, Sigaud menyerukan "serangan kontra-revolusioner," khususnya melawan Komunisme, dan mengecam "musuh Gereja dan masyarakat Katolik...Revolusi."[2] Memutuskan untuk menghimpun Padri Konsili berpemikiran konservatif untuk memberikan peerlawanan terhadap para uskup yang lebih progresif, ia mendirikan Coetus Internationalis Patrum dengan Uskup Agung Marcel Lefebvre asal Prancis dan rekannya Uskup de Castro Mayer pada 1963, yang kemudian menjadi sekretaris dari kelompok tersebut. Pada konsili tersebut, ia membawa petisi yang ditandatangani oleh 213 Padri kepada Amleto Kardinal Cicognani, mendorong pengecaman terhadap Marxisme, sosialisme dan Komunisme (Desember 1963), dan kemudian mempersembahkan Paus Paulus VI dengan petisi 510 Padri untuk Penahbisan Rusia kepada Hati Kudus Maria (Februari 1964).[2]