Dari atas ke kanan: Kota Muzaffarabad hancur setelah gempa. Bantuan setelah bencana. Muzaffarabad dalam reruntuhan. Sebuah bangunan yang rusak dihancurkan oleh excavator.
86.000–87.351 tewas 69.000–75.266 terluka 2.8 juta mengungsi
Gempa bumi Asia Selatan 2005 terjadi di Kashmir, Pakistan utara, pada 8 Oktober 2005, berkekuatan 7,6 Mw dengan Skala intensitas mencapai XI (Ekstrem). Episentrum gempa berada dekat dengan kota Muzaffarabad, kerusakan besar terjadi di Pakistan di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, India di wilayah Jammu dan Kashmir hingga Afganistan dan utara India, gempa menewaskan sedikitnya 74.000 hingga 87,000 orang dan menyebabkan 2,5 juta penduduk kehilangan tempat tinggal, menjadikan gempa bumi paling mematikan di wilayah Asia Selatan.[2]
Banyak korban yang meninggal dunia saat bangunan yang mereka diami runtuh. 50% gedung-gedung di Muzaffarabad dinyatakan telah rata dengan tanah. Di Islamabad, dua bangunan tinggi yang merupakan apartemen, runtuh, sehingga korban dalam gedung mencapai sekitar ratusan. Pada empat tahun kemudian, gempa bumi berkekuatan sama terjadi di Padang.
Gempa tersebut memiliki intensitas Modified Mercalli maksimum XI (Ekstrem) yang dievaluasi di wilayah sekitar pusat gempa, antara kota Muzaffarabad dan Balakot. Dengan skala (MMI XI). Survei lapangan terhadap kerusakan parah pada bangunan dan bangunan lain di Balakot menetapkan bahwa intensitas Modified Mercalli melebihi (MMI X). Di Muzaffarabad, intensitas mencapai puncaknya pada (MMI VIII–IX. Intensitas (MMI VII–VIII) ditentukan di wilayah selatan Muzaffarabad.[3]
Intensitas maksimum di Bharat adalah VIII (Destruktif) pada skala Medvedev – Sponheuer – Karnik (MSK), dan dirasakan di Uri. MSK VII terasa di Kupwara dan Baramulla. Di Srinagar, gempa dirasakan dengan intensitas MSK sebesar V. Di daerah yang intensitas seismiknya lebih rendah, tercatat terjadi keruntuhan. Gempa bumi dirasakan di seluruh Asia Tengah, hingga Dushanbe, Tajikistan. Guncangan ringan terasa di Almaty, Kazakhstan.
Jumlah korban tewas resmi pemerintah Pakistan pada November 2005 mencapai 87.350, meskipun diperkirakan jumlah korban tewas bisa mencapai lebih dari 100.000. Sekitar 138.000 orang terluka dan lebih dari 3.5 juta orang kehilangan tempat tinggal. Di India jumlah korban tewas mencapai 1.360 orang, dan 6.266 lainnya terluka. Empat orang tewas di Afganistan akibat gempa bumi.
Menurut data pemerintah, 19.000 anak meninggal akibat gempa bumi, sebagian besar disebabkan oleh runtuhnya gedung sekolah. Gempa bumi berdampak pada lebih dari 500.000 keluarga. Selain itu, sekitar 250.000 hewan ternak mati akibat runtuhnya lumbung batu, dan lebih dari 500.000 hewan memerlukan perlindungan segera dari musim dingin. Sekitar 200 tentara juga tewas di wilayah episentrum gempa.[4]
Australia - Sekretaris Parlemen untuk Urusan Luar Negeri Bruce Billson turut berdukacita dan mengatakan bahwa Australia akan menyumbangkan A$500.000 untuk bantuan medis dan "relief" untuk membantu menyediakan pertolongan medis dan perlindungan bagi komunitas yang terpengaruh. Diarsipkan 2005-12-10 di Wayback Machine.
India - Perdana Menteri Manmohan Singh menawarkan bantuan gempa kepada Pakistan. India dan Pakistan High Commisioners saling berhubungan untuk bekerja sama dalam membantu korban.
Britania Raya - Sekretaris Luar Negeri Jack Straw mengatakan bahwa Britania mengirimkan 60 pekerja tanggapan bencana termasuk 50 staf medis. Sekretaris Pembangunan Internasional Hilary Benn mengumumkan bantuan awal 10 juta rupee, atau sekitar AS$168.000