Gemekan, Sooko, MojokertoPendopo Desa Gemekan 2025
Gemekan (dibaca "gê·mê'·an"; IPA: ɡə·məʔ·an) adalah desa di wilayah Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur dan satu-satunya Desa di Indonesia yang memiliki nama GEMEKAN.
Sejarah Singkat Desa Gemekan adalah desa di wilayah Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Desa Gemekan merupakan salah satu dari 15 desa di wilayah Kecamatan Sooko, yang terletak 500 M ke arah barat daya dari Kantor Kecamatan Sooko, Desa Gemekan merupakan wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan Trowulan, serta mempunyai luas wilayah seluas 424 hektar.[1]
Berdasarkan data primer catatan Sejarah, baik dari Sumber Prasasti, Kitab, Babad maupun Catatan Era Kolonial, Sejarah Perdaban Desa Gemekan Cukup panjang, Sebagaimana tertulis pada PRASASTI PRA MAJAPAHIT (Prasasti Masahar)dengan Angka Tahun 852 Saka atau 930 Masehi yang ditemukan di Situs Masahar – Tepatnya di Dusun Kedawung - Desa Gemekan. Beberapa Fakta Sejarah Desa Gemekan Tertulis dalam Prasasti tersebut diantaranya yakni:
Desa in Jawa Timur, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Desa in Jawa Timur, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
- Desa Gemekan memiliki nama kuno, Yaitu MASAHAR sebagaimana tersebut dalam Prasasti yang ditemukan di situs Gemekan.
- Nama MASAHAR sudah ada sejak tahun 930 Masehi, itu artinya perdaban yang ada di di Wilayah Desa Gemekan Sudah ada Lebih dari 1000 Tahun Lalu.
- Desa Masahar dibangun situs/bangunan Suci (candi) oleh mpu sindok yang disebut sebagai Pangurumbigyan (prāsāda kabhaktyan i pangurumbigyannira i masahar) oleh Sepasang suami Istri Bergelar RAKAI atau Gelar Bangsawan Bernama RAKAI HANYANGAN dan RAKAI PARAHYANGAN
- Wilayah Desa Gemekan Sudah menjadi sangat istimewa di Era Sri Maharaja Rakai Hino Mpu Sindok, dibuktikan dengan adanya prasasti pembebasan pajak untuk tanah perdikan atau wilayah yang berjasa untuk kerjaan kala itu terutama di bidang pertanian pada tahun 852 Saka atau lebih tepatnya pada Pasaran Sabtu Legi tanggal 7 bulan Oktober Tahun 930 Masehi.
- Śrī Mahārāja Rake Hino Dyaḥ Siṇḍok Śrī Īśānawikrama Dharmottuṅgadewawijaya secara langsung hadir di Desa Masahar/Gemekan untuk mengadakan Ritual dan Pesta Peresmian Prasasti (Manusuk Sima).
- Nama GA MA KA juga ditemukan dalam Prasasti Masahar yang menjadi dugaan adanya penggabungan Wilayah MASAHAR dengan GAMAKA pasca pergeseran dinasti kerjaan masa klasik.[1]
Selain daripada itu, nama Desa Masahar Masih Eksis diera Majapahit dibuktikan pada nama Gelar Seorang Mantri atau Seorang yang Ahli dalam hal Pertanian dari Masahar yakni Ki Buyut Masahar.