Pada akhir Januari 2016, sebuah gelombang dingin menyerang sebagian besar Asia Timur, mengirimkan hujan salju dan suhu dingin di beberapa tempat. Beberapa wilayah mengalami suhu terdingin dalam beberapa dekade, sementara hujan campur salju dikabarkan di Okinawa untuk pertama kalinya. Hujan salju dan cuaca ekstrem menimpa ribuan orang di empat negara. Sekitar 85orang di Taiwan tewas karena hipotermia dan serangan jantung setelah suhu menurun drastis pada akhir pekan 22–24Januari. Cuaca dingin tersebut juga membuat empat orang tewas di China daratan. Selain itu, badai salju mengakibatkan enam orang tewas di Jepang.
Cuaca dingin dan bersalju memaksa penundaan 1,200penerbangan dari Jejudo, lepas ujung barat daya semenanjung Korea, menelantarkan sekitar 90,300penumpang.[2] Suhu di Seoul turun menjadi −18°C (0°F),[3] cuaca terendah dalam 15tahun terakhir.[2] Beberapa kotak di negara tersebut mengalami rekor penurunan suhu sepanjang masa, khususnya di Jejudo, di mana Seogwipo dan Seongsan mengalami suhu terendah, masing-masing −64°C (−83°F) dan −62°C (−80°F).[butuh rujukan]