"Air bubble" beralih ke halaman ini. Untuk band, lihat Air Bubble (band).
Gelembung udara ketika seseorang naik ke permukaan kolam.Gelembung gas dalam minuman ringanGelembung gas pada kolam lumpurGelembung gas pada aspal cair.Gelembung beku
Gelembung adalah suatu percikan suatu zat dalam zat lain, biasanya gas dalam cairan.[1] Akibat efek Marangoni, gelembung mungkin tetap utuh saat mencapai permukaan zat yang membenamnya.
Contoh umum
Gelembung terlihat di banyak tempat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya
Seperti yang terlontar pada reaksi kimia, misalnya, soda kue + cuka;
Gas yang terperangkap dalam gelas selama pembuatannya;
Gelembung udara dalam larutan fluorescein dan air (atau alkohol) adalah bagian penting pada waterpas.
Fisika dan kimia
Gelembung membentuk dan menyatu, menjadi bentuk bulat karena bentuk bulat berada pada keadaan energi lebih rendah. Untuk fisika dan kimia di belakangnya, lihat nukleasi.
Penampilan
Manusia dapat melihat gelembung karena memiliki indeks bias (IB) yang berbeda dibandingkan zat di sekitarnya. Misalnya, IB udara kira-kira 1,0003 dan IB air sekitar 1,333. Hukum Snell menggambarkan cara gelombang elektromagnetik mengubah arah pada antarmuka antara dua media dengan IB yang berbeda; dengan demikian gelembung dapat diidentifikasi dari refraksi dan pantulan internal meskipun media yang merendam dan direndam transparan.
Penjelasan di atas hanya berlaku untuk gelembung satu medium yang terendam di media lain (misalnya gelembung gas dalam minuman ringan). Volume gelembung membran (misalnya sabun gelembung) tidak akan banyak mendistorsi cahaya dan seseorang hanya bisa melihat gelembung membran karena difraksi dan refleksi film tipis.
Aplikasi
Nukleasi dapat dengan sengaja diinduksi, misalnya untuk membuat bubblegram.
Dalam pencitraan ultrasonik medis, gelembung kecil yang tertampung yang disebut zat pengkontras digunakan untuk meningkatkan kontras.
Dalam pencetakan sembur tinta (inkjet) termal, gelembung uap digunakan sebagai aktuator. Mereka kadang-kadang digunakan dalam aplikasi mikrofluidika (microfluidics) lainnya sebagai aktuator.[2]
Kehancuran hebat gelembung (kavitasi) di dekat permukaan padat dan tumbukan jet yang dihasilkan merupakan mekanisme yang digunakan dalam pembersihan ultrasonik. Efek yang sama, tetapi pada skala yang lebih besar, digunakan pada senjata energi terfokus seperti bazooka dan torpedo. Udang pistol juga menggunakan gelembung kavitasi sebagai senjata. Efek yang sama digunakan untuk mengobati batu ginjal dalam lithotripter. Mamalia laut seperti lumba-lumba dan paus menggunakan gelembung sebagai hiburan atau alat berburu. Aerator menyebabkan pelarutan gas dalam cairan dengan menyuntikkan gelembung.
Condylura cristata dan Sorex palustris bisa mencium bau di bawah air dengan bernapas cepat melalui lubang hidung mereka dan membuat gelembung.[4]
Denyut
Ketika gelembung terganggu, mereka berdenyut (yaitu, ukurannya berosilasi) pada frekuensi alami mereka. Gelembung besar (dengan mengabaikan tegangan permukaan dan konduktivitas termal) mengalami denyut adiabatik, yang berarti tidak ada panas yang ditransfer dari cairan ke gas atau sebaliknya. Frekuensi alami gelembung tersebut ditentukan oleh persamaan:[5][6]
Gelembung yang lebih kecil mengalami denyut isotermal. Persamaan yang sesuai untuk gelembung kecil dengan tegangan permukaan σ (dan viskositas cairan diabaikan) adalah[6]
Gelembung tereksitasi yang terperangkap di bawah air adalah sumber utama suara cairan, seperti saat tetesanhujan mengenai permukaan air.[7][8]
Fisiologi dan obat-obatan
Cedera akibat pembentukan dan pertumbuhan gelembung dalam jaringan tubuh adalah mekanisme penyakit dekompresi, yang terjadi ketika gas inert terlarut superjenuh meninggalkan larutan sebagai gelembung selama dekompresi. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh deformasi mekanis jaringan akibat pertumbuhan gelembung in situ, atau terhalanginya pembuluh darah di tempat gelembung tersebut bersarang.
↑Dijkink, R.J.; van der Dennen, J.P.; Ohl, C.D.; Prosperetti, A. (2006), "The 'acoustic scallop': a bubble-powered actuator", J. Micromech. Microeng., 16 (1653)
↑Weber; etal. (1978). Bubbles, Drops and Particles. New York: Dover Publications. ISBN0-486-44580-1.
↑Rankin, Ryan C. (June 2005). "Bubble Resonance". The Physics of Bubbles, Antibubbles, and all That. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-20. Diakses tanggal 2006-12-09.