Gedebage (bahasa Sunda:ᮌᮨᮓᮦᮘᮌᮦcode: su is deprecated , translit.Gedébagé) adalah sebuah kecamatan di Kota Bandung, ProvinsiJawa Barat, Indonesia. Kecamatan ini dibentuk dari pemekaran Kecamatan Rancasari. Kawasan ini kerap menjadi langganan banjir ketika musim hujan tiba.
Kependudukan
2024
Mencatatkan data kependudukan yang dinamis. Kecamatan ini, yang terdiri dari empat kelurahan dan tidak memiliki desa, menjadi salah satu wilayah dengan perkembangan urban yang pesat di Kota Bandung.
Demografi dan Perubahan:
Jumlah Penduduk:
Pada akhir tahun 2024, Kecamatan Gedebage memiliki jumlah penduduk sebanyak 44.381 jiwa, yang tersebar di 14.196 Kepala Keluarga (KK). Angka ini mencerminkan kepadatan penduduk yang cukup tinggi, seiring dengan perkembangan wilayah perkotaan.[1]
Perpindahan Penduduk:
Mobilitas penduduk di Gedebage cukup tinggi, dengan 220 kasus perpindahan penduduk tercatat. Hal ini mengindikasikan adanya pergerakan penduduk yang signifikan, baik masuk maupun keluar wilayah kecamatan.
Jumlah Kematian:
Jumlah kematian di Gedebage tercatat sebanyak 131 jiwa, yang memberikan gambaran tentang tingkat mortalitas di wilayah tersebut.
Perubahan Data:
Secara keseluruhan, terjadi perubahan data kependudukan sebanyak 41.219. Angka ini menunjukkan adanya pembaruan dan verifikasi data kependudukan secara berkala, yang mencakup berbagai aspek seperti kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk.
Wajib KTP dan Rekam KTP:
Jumlah warga wajib Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kecamatan Gedebage adalah 32.513 jiwa, dan seluruhnya telah melakukan perekaman KTP. Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat yang tinggi terhadap administrasi kependudukan.[2]
Data kependudukan ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi demografis Kecamatan Gedebage pada akhir tahun 2024. Informasi ini dapat digunakan sebagai dasar untuk perencanaan pembangunan, pengambilan kebijakan publik, dan penyediaan layanan masyarakat yang lebih efektif di wilayah tersebut.
Dalam pemilihan legislatif ini, sebanyak 7 kursi tersedia bagi para calon anggota dewan yang berhasil memperoleh suara terbanyak sesuai dengan metode Sainte-Laguë.[4]
Partai politik yang berhasil memperoleh kursi
Berdasarkan hasil perhitungan suara resmi, enam partai politik berhasil memperoleh kursi di DPRD Kota Bandung dari Dapil 4,[5]
Tabel yang diurutkan berdasarkan jumlah suara tertinggi:
No
Partai Politik
Jumlah Suara
Jumlah Kursi
1
Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
49.279
2
2
Partai Golongan Karya (Golkar)
28.597
1
3
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
28.565
1
4
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
19.714
1
5
Partai NasDem
19.574
1
6
Partai Demokrat
17.901
1
Dari total suara yang masuk, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi partai dengan suara tertinggi di Dapil Kota Bandung 4, sehingga berhak atas dua kursi. Sementara lima partai lainnya masing-masing mendapatkan satu kursi.[6]
Anggota DPRD Kota Bandung yang berhasil memperoleh kursi
Pemilihan anggota dewan didasarkan pada perolehan suara individu tertinggi dalam setiap partai. Berikut adalah daftar anggota DPRD Kota Bandung yang berhasil memperoleh kursi dari Dapil 4:
Berdasarkan perolehan suara individu tertinggi, Dr. H. Edwin Senjaya (Golkar) dan H. Andri Rusmana (PKS) menjadi calon dengan suara tertinggi di dapil ini.
Bandung Teknopolis
Pemkot Bandung berencana membangun "Bandung Teknopolis" sebuah kawasan atau kota baru yang dikhususkan untuk mewadahi mereka yang pakar dan ingin mengembangkan bisnis di bidang teknologi informasi. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan kota baru khusus berbasis IT itu akan dibangun di kawasan Gedebage. Megaproyek dengan lahan sekitar 800 Hektar tersebut akan dijadikan sebagai Central Business District (CBD) berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Menurut Wali Kota, kalau konsep teknopolis sudah jadi, perusahaan-perusahaan seperti Google dan Facebook sangat mungkin untuk tinggal berdampingan di lingkungan yang sama. Investor sendiri sudah ada yang berminat seperti dari Arab Saudi, Jepang, Singapura dan lainnya. Konsep teknopolis sendiri merupakan sumbangan Bandung untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Kota baru ini diharapkan dapat menumbuhkan geliat investasi di sektor teknologi informasi dan komunikasi.[8]
Tol Air
Daerah ini selalu dilanda banjir setiap musim hujan. Untuk mengatasi banjir di Kota Bandung berbagai cara sudah dilakukan, program terbaru adalah membangun tol air atau reservoir. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, Tol Air dipastikan mampu mengurangi banjir di kawasan Gedebage yang selama ini selalu banjir dan sulit diatasi.[9]