Dalam kisah saga, dikisahkan bahwa Sokki Þórisson, seorang petani kaya di wilayah Brattahlíð, mengusulkan untuk diadakannya keuskupan di Greenland pada awal abad ke-12 dan mendapat persetujuan dari Raja Norwegia, Sigurd I Magnusson (1103–1130). Kemudian, para misionaris Kristen datang dari Norwegia.
Pada awalnya, keuskupan tersebut berada dalam wilayah provinsi gerejawiKeuskupan Agung Bremen. Keuskupan Garðar kemudian menjadi subjek dari Keuskupan Lund (Swedia saat ini) dari tahun 1126–1152. Uskup Arnaldur kembali ke Norwegia pada tahun 1150 dan menjadi Uskup Hamar (Norwegia) pada tahun 1152.
Uskup ketiga, Jón Árnason (dijuluki Smyril), menjabat pada tahun 1189. Pada tahun 1202–1203, ia berziarah ke Roma dan bertemu dengan Paus Innosensius III. Ia wafat di Garðar pada tahun 1209 dan dimakamkan di sana, kemungkinan besar di Kapel Utara katedral.
Uskup selanjutnya, Helgi, tiba di Greenland pada tahun 1212 dan menjadi uskup hingga kematiannya pada tahun 1230.
Pada tahun 1234, Nikulás ditahbiskan menjadi uskup, tetapi ia tiba di Greenland pada tahun 1239. Ia wafat pada tahun 1242.
Ólafr ditahbiskan menjadi uskup pada tahun yang sama, tetapi ia tiba di Greenland pada tahun 1247. Ia tetap menjadi uskup hingga pertengahan 1280-an. Ia berada di luar negeri dari tahun 1264 hingga tahun 1280, sehingga ia kesulitan melayani di keuskupannya sendiri.
Uskup selanjutnya adalah Þórdr yang menetap di Garðar dari tahun 1289 hingga ia kembali ke Norwegia pada tahun 1309.
Uskup selanjutnya adalah Árni, dari tahun 1315 hingga tahun 1347. Karena komunikasi yang buruk antara Greenland dan Norwegia, sehingga ia diasumsikan meninggal dan uskup yang baru, Jón Skalli, ditahbiskan pada tahun 1343. Ketika diketahui bahwa Uskup Árni masih hidup, Skalli mengundurkan diri sebagai uskup dan tidak pernah pergi ke Greenland.
Setelah Uskup Árni meninggal pada tahun 1347, perlu waktu yang lama untuk uskup berikutnya tiba di Greenland, terutama komunikasi yang memburuk. Ivar Bardsson, seorang imam dari Norwegia, menjabat sebagai kepala keuskupan untuk waktu yang sementara. Uskup Álfr ditahbiskan pada tahun 1365 dan menjabat sebagai Uskup Garðar yang terakhir melayani secara efektif hingga tahun 1378.
Keuskupan Greenland menghilang pada abad ke-15 ketika keberangkatan kapal dari Norwegia berhenti.[4][5]
Daftar uskup
Uskup
Ditahbiskan
Tahun melayani
Eiríkr Gnúpsson
Sebelum 1112
1112–1121 (melayani di Greenland sebelum keuskupan didirikan)
Meskipun keuskupan tersebut telah berhenti berjalan, tetapi para uskup selanjutnya tetap menjabat hingga tahun 1537 dan tidak pernah menduduki takhta keuskupannya:
Pada tahun 1996, keuskupan tersebut kemudian dipulihkan oleh Gereja Katolik sebagai Keuskupan Tituler Gardar. Hingga saat ini, baru satu uskup yang menjabat sebagai uskup tituler Gardar:
Saat ini, permukiman Igaliku berada di lokasi yang sama. Situs tersebut telah menjadi subjek investigasi arkeologis sejak tahun 1830. Katedral tersebut telah menjadi target utama dari beberapa pekerjaan arkeologis dan telah digali sepenuhnya pada tahun 1926 oleh arkeologis berkebangsaan Denmark, Poul Nørlund[da] (1888–1951). Nørlund membuat beberapa studi ilmiah di Greenland dari tahun 1921 dan berakhir pada tahun 1932.[7]
Banyak reruntuhan permukiman bangsa Nordik yang masih dapat dilihat di Igaliku hingga saat ini. Reruntuhan tersebut sebagian besar terdiri dari fondasi batu dari dinding sehingga reruntuhan tersebut dapat diketahui. Reruntuhan utama adalah Katedral Garðar, sebuah gereja berbentuk salib yang dibangun dari batu pasir pada abad ke-12. Panjang maksimum adalah 27 meter dengan lebar 16 meter. Terdapat juga dua lumbung besar di lokasi tersebut dengan kapasitas menampung hingga 160 ekor sapi.
Diamond, Jared M. Collapse: How Societies Choose to Fail or Succeed, pg.232; Viking Press, 2005 ISBN0-670-03337-5
Albrethsen, S.E., and J. Arneborg Norse ruins of the southern Paamiut and Ivittuut region (The Greenland Research Center at the Danish National Museum and Danish Polar Center, Copenhagen, Denmark. 2004)