Kepulauan Galápagos atau Galapagos adalah sebuah kepulauan yang terdiri dari 18 pulau-pulau utama,[2] 3 pulau kecil, dan 107 bebatuan. Galapagos terletak di Samudra Pasifik sekitar 1.000 kilometer sebelah barat pesisir Amerika Selatan.[3]
Secara politis, Galapagos merupakan bagian dari Ekuador, yang secara resmi menganeksasinya pada 1832.[4] Kepulauan ini pertama kali tercatat dalam peta modern pada 1570 oleh Gerardus Mercator dan Abraham Ortelius.[5]
Geografi
Pulau tertuanya berusia sekitar 9 juta tahun, bahkan diduga bisa setua 90 juta tahun.[6] Pulau termuda masih sedang dalam proses pembentukan. Galapagos memang merupakan salah satu daerah gunung berapi yang paling aktif di dunia. Sierra Negra, satu dari lima gunung berapi paling aktif di kepulauan ini terakhir erupsi pada 2005 dan 2018. Aliran lahar sampai ke pantai, menyebabkan gangguan ekonomi dan evakuasi warga lokal.[7]
Kepulauan ini dibagi kepada dua belahan: utara dan selatan khatulistiwa. Garis khatulistiwa melewati bagian utara pulau terbesar, Isabela. Isabela memiliki luas lebih dari 2.000 km2 dan mencakup tiga perempat seluruh luas kepulauan.[8] Cuaca di daerah ini secara teratur dipengaruhi oleh peristiwa El Niño, yang terjadi setiap 3 hingga 7 tahun dan membawa suhu permukaan laut yang lebih hangat, kenaikan permukaan air laut, gelombang yang lebih besar, dan menipisnya stok nutrisi dalam air.[9]
Menurut Organisasi Hidrografi Internasional semua wilayah Galapos merupakan bagian dari Samudra Pasifik bagian selatan.[10] Wilayahnya sangat terisolasi dan jauh dari daratan-daratan utama yang dihuni manusia.
Pulau-pulau
Nama pulau-pulau besar dalam Kepulauan Galapagos adalah:
Galapagos terkenal karena jumlah spesies endemisnya yang besar dan penelitian yang dilakukan Charles Darwin yang membawanya menemukan teori seleksi alam. Tercatat tak kurang dari 180 spesies tanaman di Galapos merupakan tanaman endemik.[11]
Galapagos ditetapkan sebagai cagar alam pada 1959, melindungi 97,5% wilayah kepulauan ini. Sisanya diberikan kepada pemukiman manusia yang sudah ada pada waktu itu. Sekitar 1.000 hingga 2.000 orang tinggal di sana. Pada 1972 sebuah sensus dilakukan dan sejumlah 3.488 jiwa tercatat. Hingga 1980-an, jumlah ini telah meningkat hingga 15.000 orang.
Salah satu pemandangan di Kepulauan Galapagos
Pada 1986 lautan di sekitarnya dinyatakan sebagai cadangan kelautan. UNESCO menetapkan Galapagos sebagai Situs Warisan Dunia pada 1978[12] yang kemudian diperpanjang pada Desember 2001 untuk memasukkan wilayah cadangan kelautan. Yayasan Charles Darwin yang didedikasikan untuk pemeliharaan kepulauan ini didirikan di Belgia pada 1959.
Pulau ini beruntung karena tidak terjamah saat migrasi awal manusia, sampai akhirnya ditemukan di era modern pada abad ke-19.[13][14][15] Keterlambatan manusia dalam menjelajahi dan mengeksploitasi pulau ini menjadi ekologi dan ekosistem flora & fauna yang ada tidak ikut mengalami kepunahan massal seperti yang banyak terjadi di berbagai belahan bumi lainnya. Salah satu contoh megafauna yang masih lestari sampai saat ini adalah kura-kura raksasa Galapagos.[16][17]
Iguana laut, Amblyrhynchus cristatus (satu-satunya jenis iguana yang makan makanan dari laut)
Kura-kura Raksasa Galapgos, Geochelone elephantopus, dikenal sebagai Galápago dalam bahasa Spanyol, adalah binatang yang menjadi asal nama kepulauan ini.
Galapagos umum dicapai dengan menggunakan mode transportasi udara. Penerbangan ke dan dari Galapagos terbatas di dua bandara saja, yakni di Bandara San Cristobal di Pulau San Cristobal, serta Bandara Seymour dI Pulau Baltra.[18]