* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik
Gaël Dimitri Clichy (lahir 26 Juli 1985) adalah mantan pemain sepak bola profesional Prancis yang bermain sebagai bek kiri. Ia sekarang menjadi asisten pelatih di tim nasional U-21 Prancis. Saat masih aktif bermain, dia digambarkan sebagai pemain yang memiliki "stamina yang hampir tak tertandingi" yaitu "cepat dalam melakukan tekel dan bisa juga menyerang".[3][4]
Clichy memulai karier sebagai pemain profesional bersama klub Cannes. Ia kemudian bergabung dengan Arsenal pada tahun 2003 dan termasuk dalam skuad Invicibles Arsenal yang meraih gelar juara Liga Utama Inggris musim 2003–04 tanpa mengalami kekalahan. Clichy pindah ke Manchester City pada tahun 2011, menambah koleksi dua gelar liga (2011–12 dan 2013–14) dan dua gelar Piala Liga (2014 dan 2016). Dia meninggalkan Inggris setelah 14 tahun untuk bergabung dengan klub Turki, İstanbul Başakşehir pada tahun 2017. Setelah tiga tahun di Turki, dia bergabung dengan klub asal Swiss, Servette.
Clichy lahir dan dibesarkan di Toulouse, barat daya Prancis. Ibunya, Jacqueline, adalah seorang perawat medis, sedangkan ayahnya, Claude, adalah seorang guru di kota tersebut. Ketika Clichy baru memulai karier sepak bolanya, ayahnya sering menjadi pelatih dan wasit paruh waktu.[5][6] Pada usia 15 tahun, saat bermain untuk Cannes, Clichy hampir saja meninggal.[7] Setelah memanjat pagar besi saat melintasi lapangan di fasilitas klub, cincin yang dia kenakan tersangkut di pagar, mengakibatkan kulit dan jaringan pada jari keempat tangan kanannya robek sepenuhnya.[6] Selama operasi tujuh jam untuk memperbaiki jari tersebut, jantung Clichy berhenti berdetak karena masalah pada paru-parunya. Jantungnya kembali berdetak setelah 15 detik. Dokter yang memimpin operasi tersebut menggambarkan kelangsungan hidup Clichy sebagai "sebuah keajaiban", sementara Clichy sendiri mengakui bahwa pengalaman itu mengubah pandangannya terhadap hidup dengan mengatakan, "Itu membuat saya menyadari bahwa hidup bisa berlalu cepat. Anda bisa pergi [meninggal] besok, jadi Anda harus menikmatinya sebaik mungkin agar tidak menyesal keesokan harinya. Anda bisa menantikan masa depan tetapi jangan terlalu jauh ke depan."[6]