MES merepresentasikan bisnis pertahanan GEC, dan telah memiliki sejarah sepanjang hampir 100 tahun. Pasca akuisisi GEC terhadap Marconi yang merupakan anak usaha dari English Electric pada tahun 1968, merek Marconi pun digunakan untuk bisnis pertahanannya, seperti Marconi Space & Defence Systems (MSDS) dan Marconi Underwater Systems Ltd (MUSL). Sejarah produk militer GEC dimulai pada Perang Dunia I denhan memproduksi radio dan bohlam. Perang Dunia II memperkokoh eksistensi GEC melalui produk radarnya.
Pemisahan
Penggabungan antara Boeing dan McDonnell Douglas pada tahun 1997, yang kemudian diikuti dengan pembentukan Lockheed Martin, kontraktor pertahanan terbesar pada tahun 1995, meningkatkan tekanan pada perusahaan pertahanan asal Eropa untuk mengadakan konsolidasi. Pada bulan Juni 1997, direktur utama British Aerospace Defence, John Weston berkomentar "Eropa... memiliki kontraktor pertahanan tiga kali lipat lebih banyak daripada Amerika Serikat, tetapi anggarannya tidak lebih dari separuh dari Amerika Serikat".[1] Pemerintah-pemerintah Eropa pun berharap agar semua kontraktor pertahanan asal Eropa dapat bergabung menjadi satu entitas, yakni European Aerospace and Defence Company.[2]
Sebelumnya pada tahun 1995, British Aerospace dan DaimlerChrysler Aerospace (DASA) diberitakan ingin membentuk perusahaan antariksa dan pertahanan transnasional.[3] Diskusi penggabungan antara British Aerospace dan DASA akhirnya dimulai pada bulan Juli 1998. Penggabungan akhirnya disetujui oleh chairman British Aerospace, Richard Evans dan CEO DASA, Jürgen Schrempp pada bulan Desember 1998.[4]
GEC juga mendapat tekanan untuk berpartisipasi dalam konsolidasi. Memberitakan tentang penunjukan George Simpson sebagai direktur utama GEC pada tahun 1996, The Independent juga menyatakan "beberapa analis percaya bahwa pengetahuan Simpson tentang BAe, yang telah lama dirumorkan sebagai target akuisisi GEC, adalah alasan di balik penunjukkannya. GEC berminat membentuk perusahaan pertahanan yang dapat menguasai pasar dalam negeri, sehingga dapat berkompetisi dengan perusahaan pertahanan asal Amerika Serikat."[5] Saat GEC menawarkan MES untuk dijual pada tanggal 22 Desember 1998, BAE pun membatalkan rencananya mengakuisisi DASA, dan lebih memilih mengakuisisi MES. Penggabungan antara British Aerospace dan MES pun resmi diumumkan pada tanggal 19 Januari 1999.[6] Evans menyatakan pada tahun 2004 bahwa ia takut kontraktor pertahanan asal Amerika Serikat akan mengakuisisi MES, dan malah mengancam gabungan British Aerospace dan DASA.[4] Penggabungan inipun mencipatakan sebuah perusahaan yang terintegrasi secara vertikal, dan The Scotsman deskripsikan sebagai "sebuah kombinasi antara kemampuan pembangunan platform dan pengerjaan kontrak [dari British Aerospace] dengan kemampuan sistem elektronik dari Marconi".[7] Hal ini karena British Aerospace merupakan pelanggan terbesar MES.[8] Di sisi lain, respon DASA terhadap pembatalan penggabungan dengan BAe adalah bergabung dengan Aérospatiale untuk membentuk EADS, sebuah perusahaan yang terintegrasi secara horizontal. EADS kemudian juga menjajaki kemungkinan bergabung dengan Thales untuk membentuk perusahaan yang terintegrasi secara vertikal dan horizontal.[9]
Walaupun MES menyumbang sebagian besar penjualan pertahanan GEC, beberapa anak usaha GEC yang lain juga menyumbang penjualan pertahanan, terutama GEC Alsthom, GEC-Plessey Telecommunications (GPT), dan GEC Plessey Semiconductors.