Keterleburan Gulungan tenol atau soldier dengan diameter 1,6 mm
Keterleburan adalah kemudahan material yang dapat dileburkan atau pada suhu atau jumlah panas yang diperlukan untuk melelehkan suatu material.[1]
Material seperti solder memerlukan titik leleh yang relatif rendah sehingga ketika panas diterapkan pada sambungan, solder akan meleleh sebelum material yang disambung meleleh, yaitu memiliki keterleburan tinggi. Di sisi lain, bata tahan api (firebricks) yang digunakan untuk pelapis tungku hanya meleleh pada suhu yang sangat tinggi (dan kemudian menyusut, terurai, atau menjadi rapuh) sehingga memiliki keterleburan rendah. Material refraktori seringkali memiliki keterleburan rendah.
Metode ilmiah
Untuk mengetahui keterleburan senyawa/material tertentu, ada 2 metode:
Uji panas
Uji yang paling umum digunakan untuk menentukan keterleburan adalah dengan menyambungkan dua bagian dengan sumber panas yang bervariasi, meningkatkan suhu atau daya yang digunakan secara bertahap, dan menguji kekuatan ikatan untuk setiap tahapan. Jika tidak ada tahapan dengan kekuatan ikatan yang baik setelah penyambungan, maka keterleburan dikatakan rendah.
Uji keterleburan abu
Dalam konteks analisis batu bara, nilai keterleburan abu dari sisa abu batu bara suatu batu bara sering ditentukan. Nilai-nilai ini ditentukan menggunakan metode empiris berdasarkan perubahan geometris pada sampel abu berbentuk kerucut saat dipanaskan hingga suhu yang relevan. Keterleburan abu ini penting karena secara kasar mengindikasikan sifat klinker yang akan dihasilkan selama pembakaran.[2]