Edith Cuthbert (1889–1927) Marie T. L. Moore (1927–1941)
Frederick John Westcott (26 Maret 1866–18 September 1941), yang lebih dikenal dengan nama panggungnya Fred Karno, adalah seorang impresarioteater Inggris dari balai musik Inggris.[1] Sebagai seorang komedian slapstick, ia dikenal karena mempopulerkan lelucon melempar pai ke wajah.[2] Pada 1890an, dalam rangka meningkatkan penyensoran panggung, Karno mengembangkan sebuah bentuk komedi sketsa tanpa dialog.
Beberapa komedian balai musik yang berkarya untuknya adalah Charlie Chaplin dan murid magangnya, Arthur Jefferson, yang kemudian mengadopsi nama Stan Laurel. Orang-orang tersebut menjadi bagian dari apa yang dikenal sebagai "Fred Karno's Army", sebuah frasa yang biasanya dipakai di Inggris untuk merujuk kepada sebuah kelompok atau organisasi yang kacau. Frasa tersebut juga diadaptasi oleh para prajurit Inggris dalam sebuah lagu perang pada Perang Dunia Pertama, sebagai sebuah parodi, atau lebih tepatnya, himneThe Church's One Foundation.[3] Pada Perang Dunia Kedua, frasa tersebut diadaptasi sebagai Lagu Kebangsaan Guinea Pig Club, yang baris pertamanya berbunyi "We are McIndoe's Army...".
↑Leslie Halliwell, John Walker (2001). "Halliwell's Who's who in the Movies". p. 240. HarperCollinsEntertainment, 2001
↑"'Trench Songs', The First World War Poetry Digital Archive". University of Oxford. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-24. Diakses tanggal 16 October 2010. We are Fred Karno's army, we are the ragtime infantry. We cannot fight, we cannot shoot, what bleeding use are we? And when we get to Berlin we'll hear the Kaiser say, "Hoch, hoch! Mein Gott, what a bloody rotten lot, are the ragtime infantry"
Bacaan tambahan
Midwinter, Eric (January 2011) [First published 2004]. "Karno, Fred (1866–1941)". Oxford Dictionary of National Biography. Oxford University Press. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-02-08. Diakses tanggal 5 December 2009. (Subscription required.)